2. Bulan Awal Pembentukan Masyarakat Muslim di Madinah
Selain kelahiran Nabi Muhammad SAW, bulan Rabiul Awal juga penting karena pada bulan ini, hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah terjadi. Hijrah ini merupakan titik balik dalam sejarah Islam karena di Madinah, Nabi SAW berhasil membangun masyarakat Muslim yang pertama.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, mereka itulah yang memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. At-Taubah: 20)
Hijrah ini menandai pembentukan negara Islam pertama dan dimulainya penyebaran Islam dengan lebih luas.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rabiul Awal
1. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan pada bulan Rabiul Awal adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Mengingat kelahiran beliau, memperbanyak shalawat merupakan bentuk cinta dan penghormatan kepada beliau. Allah SWT sendiri memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi SAW:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Dengan memperbanyak shalawat, kita mengharapkan syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat kelak.
2. Mempelajari Sirah Nabi
Bulan Rabiul Awal juga merupakan waktu yang tepat untuk mempelajari lebih dalam tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Dengan mempelajari sirah Nabi, kita dapat meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)
3. Menghidupkan Sunnah Nabi
Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi, bulan Rabiul Awal adalah waktu yang baik untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Sunnah-sunnah seperti memperbanyak ibadah sunnah, bersedekah, dan menjaga akhlak yang baik sangat dianjurkan untuk diamalkan di bulan ini.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan September 2024 atau Rabiul Awal 1446 H
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Seperti bulan-bulan lainnya, memperbanyak dzikir dan doa di bulan Rabiul Awal juga sangat dianjurkan. Khususnya dzikir yang mengingat Allah dan doa untuk kebaikan umat. Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا: بَلَى، قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ
Artinya: “Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang paling baik, paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi derajatnya, lebih baik dari menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik daripada kalian bertemu musuh lalu kalian memukul leher mereka atau mereka memukul leher kalian?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja, wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “(Yaitu) dzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Bulan Rabiul Awal adalah bulan yang sangat istimewa dalam Islam. Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan hijrah beliau menjadi momen penting dalam sejarah Islam yang perlu kita renungkan dan peringati.
Memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Nabi, menghidupkan sunnah, serta memperbanyak dzikir dan doa adalah amalan-amalan yang sangat dianjurkan selama bulan ini.
Dengan mengamalkan hal tersebut, kita berharap dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari akhir kelak.