AKURAT.CO Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen penting bagi umat Islam untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.
Acara ini biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW serta meningkatkan pemahaman umat terhadap ajaran Islam.
Berikut adalah lima contoh susunan acara yang bisa digunakan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW:
1. Pembukaan Acara
- Pembukaan: Acara dimulai dengan pembukaan yang biasanya diawali dengan ucapan Basmalah dan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah.
- Sambutan Ketua Panitia: Sambutan singkat dari ketua panitia untuk menjelaskan tujuan acara dan menyampaikan rasa terima kasih kepada para hadirin.
- Pembacaan Ayat Suci Al-Quran: Seorang qari atau qariah akan membacakan beberapa ayat suci Al-Quran sebagai pembuka acara.
Baca Juga: 25 Kata Mutiara untuk Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Penuh Makna dan Inspirasi 2. Pembacaan Shalawat dan Maulid
- Pembacaan Shalawat: Diikuti dengan pembacaan shalawat Nabi oleh para hadirin, yang biasanya dipimpin oleh seorang pemuka agama atau tokoh masyarakat.
- Pembacaan Maulid: Pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad SAW yang menceritakan tentang sejarah kelahiran dan kehidupan Nabi Muhammad. Pembacaan ini dapat dilakukan oleh ustaz atau qari yang sudah ditunjuk.
3. Ceramah Agama
- Ceramah Utama: Penceramah yang diundang, seperti seorang ustaz atau kyai, akan memberikan ceramah mengenai makna Maulid Nabi dan bagaimana umat Islam dapat meneladani akhlak dan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
- Tanya Jawab: Setelah ceramah, biasanya ada sesi tanya jawab di mana hadirin dapat mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan.
4. Doa Bersama
- Pembacaan Doa: Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama untuk memohon keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Doa ini juga ditujukan untuk keselamatan umat Islam, bangsa, dan negara.
- Penutup: Doa Kifaratul Majlis sering kali diucapkan sebagai penutup acara, diiringi dengan ucapan hamdalah.
5. Makan Bersama dan Penutup
- Santap Hidangan: Setelah doa bersama, acara diakhiri dengan makan bersama. Biasanya disajikan makanan khas seperti nasi kebuli, kue-kue tradisional, dan aneka minuman.
- Penutupan: Acara ditutup dengan salam-salaman sebagai bentuk syukur dan persaudaraan antar umat Islam yang hadir.
Baca Juga: 25 Tema Menarik untuk Peringatan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
Setiap daerah atau komunitas mungkin memiliki variasi susunan acara yang berbeda, tetapi inti dari peringatan Maulid Nabi tetap sama, yaitu meningkatkan kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Semoga acara yang disusun dapat membawa keberkahan dan mempererat tali silaturahmi antar umat Islam.