Akurat

Video Studio AI Hug Viral, Apa Batasan-batasan yang Harus Diperhatikan Umat Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Agustus 2024, 10:00 WIB
Video Studio AI Hug Viral, Apa Batasan-batasan yang Harus Diperhatikan Umat Islam?

AKURAT.CO Belakangan ini, video yang menunjukkan penggunaan teknologi AI dalam studio-studio "AI Hug" telah menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, teknologi AI digunakan untuk menciptakan simulasi pelukan atau interaksi emosional lainnya dengan pengguna.

Meskipun teknologi ini membawa inovasi yang menarik, umat Islam perlu mempertimbangkan batasan-batasan yang harus diperhatikan agar tidak melanggar syariat Islam.

1. Menjaga Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Islam

Dalam Islam, segala bentuk interaksi, termasuk yang melibatkan teknologi, harus tetap sesuai dengan ajaran agama. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Teknologi seperti AI Hug harus digunakan dengan niat yang baik dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Jika niatnya adalah untuk hiburan yang melampaui batas atau menimbulkan fitnah, maka itu harus dihindari.

Baca Juga: Wanita Pakai Jilbab Viral Lantaran Pakai Rok Pendek, Bolehkah dalam Islam?

2. Menghindari Perbuatan yang Mendekati Zina

Islam sangat menekankan untuk menjauhi perbuatan yang mendekati zina. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةًۭ وَسَآءَ سَبِيلًۭا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)

Penggunaan AI untuk simulasi pelukan atau interaksi yang intim dapat mendekati perbuatan yang tidak sesuai dengan etika Islam, dan karena itu harus dihindari.

3. Menghindari Kemusyrikan dan Kesyirikan

Dalam Islam, segala bentuk teknologi tidak boleh sampai menyebabkan syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Teknologi harus tetap dipandang sebagai alat, dan tidak boleh menggantikan peran Tuhan dalam kehidupan kita. Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 48)

4. Menjaga Martabat dan Kehormatan Diri

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga martabat dan kehormatan diri. Umat Islam harus mempertimbangkan dampak penggunaan teknologi AI terhadap citra dan kehormatan diri. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Tidak Melalaikan Kewajiban Agama

Teknologi yang berpotensi menyita waktu dan perhatian, seperti studio AI Hug, harus digunakan dengan bijak agar tidak melalaikan kewajiban-kewajiban agama seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan dzikir. Allah SWT mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:

Baca Juga: Viral Mayoret Berjilbab Pakai Rok Pendek, Asyik Joget di Depan Para Guru, Apa Hukumnya Menurut Islam?

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS. Al-Munafiqun: 9)

Dalam menghadapi fenomena teknologi baru seperti AI Hug, umat Islam harus berhati-hati dan mempertimbangkan dampak serta batasan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Penggunaan teknologi ini harus tetap berada dalam koridor yang tidak melanggar syariat, menjaga niat yang baik, dan tidak menjerumuskan pada perbuatan yang mendekati dosa.

Dengan demikian, umat Islam dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa mengorbankan nilai-nilai agama yang dianut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.