Akurat

Naskah Khutbah Jumat: Muslim Menyikapi 'Darurat Indonesia'

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Agustus 2024, 16:00 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Muslim Menyikapi 'Darurat Indonesia'

AKURAT.CO Naskah khutbah Jumat penting untuk menjadi panduan dalam menyampaikan khutbah. Berikut ini naskah khutbah Jumat dengan judul Menyikapi 'Darurat Indonesia'.

Khutbah Jumat Pertama:

الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. اللهم صلِّ وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang mulia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan kondisi darurat yang sedang melanda bangsa kita, Indonesia, dalam hal tata kelola negara, hukum, dan politik. Kita menyaksikan berbagai masalah yang muncul, seperti korupsi yang merajalela, ketidakadilan dalam penegakan hukum, dan ketidakstabilan politik yang mengancam kestabilan negara.

Islam menekankan pentingnya amanah dalam mengelola kekuasaan. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Sikap Muslim Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah

Kepemimpinan yang bertanggung jawab dan amanah merupakan fondasi penting dalam tata kelola negara. Namun, apa yang kita saksikan hari ini menunjukkan bahwa amanah ini sering kali disalahgunakan. Pejabat yang seharusnya mengabdi kepada rakyat justru terjerat dalam korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Hukum yang seharusnya menjadi alat keadilan, seringkali dimanipulasi demi kepentingan pribadi atau golongan.

Jamaah sekalian,

Kita harus sadar bahwa ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan tidak hanya merugikan individu, tetapi juga melemahkan negara. Ketika hukum tidak ditegakkan dengan adil, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan menurun, dan ini bisa mengarah pada ketidakstabilan sosial dan politik. Oleh karena itu, kita semua, baik sebagai warga negara maupun sebagai pemimpin, harus kembali kepada nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keadilan, amanah, dan tanggung jawab.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Marilah kita berdoa kepada Allah agar kita dijauhkan dari segala bentuk penyimpangan dalam menjalankan amanah yang telah diberikan kepada kita. Semoga Allah senantiasa membimbing para pemimpin kita untuk selalu berpegang pada prinsip keadilan dan kebenaran.

Khutbah Jumat Kedua

الحمد لله، الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه. اللهم صلِّ وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya.

Baca Juga: Bullying PPDS Undip Jadi Sorotan, Apa Hukum Membully dalam Islam?

Pada khutbah kedua ini, saya ingin menekankan pentingnya peran kita sebagai umat Islam dalam menjaga dan memperbaiki kondisi negara kita. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dari berbagai permasalahan yang terjadi, tetapi harus aktif berpartisipasi dalam mencari solusi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)

Perubahan yang kita harapkan tidak akan datang dengan sendirinya. Kita harus mulai dari diri kita sendiri, dengan memperbaiki akhlak, meningkatkan kepedulian sosial, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Selain itu, kita juga harus menuntut pemimpin kita untuk selalu bertindak adil dan jujur. Sebagai warga negara, kita memiliki hak dan kewajiban untuk memastikan bahwa pemerintah kita berjalan sesuai dengan nilai-nilai keadilan yang diajarkan oleh Islam.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan petunjuk untuk selalu berada di jalan yang benar. Semoga Allah memberkahi negara kita, Indonesia, dengan pemimpin-pemimpin yang adil dan amanah, serta masyarakat yang berakhlak mulia.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، إنك سميع قريب مجيب الدعوات.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.