Jamaah Islamiyah Bubar, Berjanji Akan Taat pada NKRI, Ikut Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah

AKURAT.CO Bubarnya Jamaah Islamiyah (JI) mendapat perhatian dari masyarakat. Organisasi yang disebut-sebut sebagai organisasi jaringan teroris itu kian membubarkan diri karena suatu alasan.
Ustaz Siswanto, selaku mantan Sekretaris Mantiqi II JI menyebut dasar yang paling penting dari membubarkan diri JI adalah karena ilmu.
"Karena ilmu tadi itu," kata Siswanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2024).
Siswanto menambahkan, aksi pembubaran tersebut bukanlah kamuflase atau bersifat transaksional. Hal itu ditunjukkan dengan upaya membangun trust dengan pemerintah.
Dalam keterangan yang lain di hari yang sama, Mantan Amir Jamaah Islamiyah (JI) periode 2004-2007 Zarkasih mengatakan akan mengikuti kurikulum yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Jamaah Islamiyah Bubar Karena Apa?
Hal itu disampaikan setelah JI membubarkan diri. JI dan pesantren yang sebelumnya terafiliasi dengannya akan ikut kurikulum yang bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
"Kita juga kaji lagi kurikulum yang kemarin tidak Ahlussunnah wal Jamaah, nanti dievaluasi bersama pemerintah, kan kita sudah kembali kepada NKRI, jadi nanti melibatkan Depag dan sebagainya nanti di situ ada evaluasi. Kita harapkan semuanya mengerti," terang Zarkasih.
JI yang disebut Organisasi Keislaman ini dilaporkan dibentuk di Malaysia di akhir tahun 1980an oleh sekelompok kaum ekstrimis Indonesia yang mengasingkan diri.
Jaringan kelompok ini berkembang menjadi sel-sel yang tersebar di kepulauan Indonesia, Malaysia, FIlipina, Singapura dan Thailand. Sel-sel yang lebih kecil kemungkinan ada di wilayah lain Asia Tenggara.
Tujuan kelompok ini adalah mendirikan satu negara Islam di Indonesia dan wilayah lain Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










