Jamaah Islamiyah Bubar karena Apa?

AKURAT.CO Bubarnya Jamaah Islamiyah (JI) mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat Indonesia. Lantas, apa yang melatarbelakangi Jamaah Islamiyah bubar ini?
Dikutip dari berbagai sumber, Ketua Majelis Fatwa JI Ustaz Imtihan menyebut alasa membubarkan diri dilandasi dari komitmen mereka terhadap ilmu, terutama dalam hal memandang Indonesia.
Duluz kata Imtihan, JI berpandangan, Indonesia bukan negara Islam tetapi juga bukan negeri kufur. Hal ini bisa dimaknai JI memusuhi NKRI, tetapi tidak memusuhi warga negaranya.
"Jadi memusuhi sistem," ujar Imtihan dikutip keterangan tertulis, Rabu (17/6/2024).
Kajian-kajian di Majelis Fatwa, katanya, memandang bahwasanya NKRI itu merupakan negeri Islam warisan para ulama.
"Negeri seperti Indonesia ini bukan darul kufr tapi juga bukan darul Islam, sehingga sikapnya pun berbeda. Kalau darul kufr sikapnya perang, kalau darul Islam berarti taat penuh," ungkap dia.
"Nah, JI mengambil sikap yang memandang sistemnya, pemerintahnya, pemerintah kufur, tapi masyarakat dan orang-orangnya adalah orang-orang Islam," tambahnya.
Dalam kajian-kajian selanjutnya, JI kemudian berubah dan memandang Indonesia sebagai darul Islam secara total.
"Untuk selanjutnya nanti kita beramal Islam. Toh, di sini kita tidak dilarang untuk mengerjakan syariat-syariat Islam," kata dia.
Adapun terkait tudingan upaya membubarkan diri JI hanya untuk menyelamatkan aset pondok-pondok pesantren yang dimiliki, pihaknya menjawab santai.
"Ya monggo, biar waktu yang berbicara," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








