Meninggal Dunia, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Akan Dimakamkan Hari Ini di Empang Bogor

AKURAT.CO Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas wafat pada Kamis 11 Juli 2024 di Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini jasad Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas masih berada di rumah duka di Jalan Tasmania V Komplek Tasmania, Bogor, Jawa Barat.
Rencananya, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas akan dimakamkan di Bogor setelah sholat jenazah di Masjid Agung At Tohiriyah, Empang, Kota Bogor.
Jasad Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas rencana dimakamkan pada Jumat 8 Juli 2024 di Tanah Los Empang pada pukul 09:00 WIB.
Diketahui, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada 1962. Ia adalah mubalig Indonesia dan dibesarkan di Kota Bogor dikenal luas sebagai ulama sangat perhatian dalam menebarkan dakwah sunnah.
Baca Juga: Profil Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Ulama Salafi yang Wafat Usai Ibadah Haji
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas juga pemilik Pesantren Imam Ahmad juga pengajar di Minhajus Sunnah, pembina sekaligus pengisi materi kajian di Radio Rodja.
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas juga dikenal luas sebagai ustadz senior Salafi di Indonesia.
Mengutip dari berbagai sumber, pada awal dekade 1980-an Ustadz Yazid Jawas menimba ilmu di Ma’had al-‘Ulum al-Islamiyyah wal-’Arabaiyyah fi Indunisia atau lebih sering disebut LIPIA, di Jakarta.
Seperti diketahui, Ma’had tersebut berada di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa’ud Riyadh.
Ustadz Yazid Jawas juga pernah belajar dengan seorang profesor dari Arab Saudi yang bernama Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq, seorang dosen Universitas Jami’ah Al-Islamiyah di Madinah.
Selain itu, dia juga bermajelis di daurah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Usaimin di Unaizah, juga diizinkan mengikuti kelas khusus di majelis beliau.
Syaikh Usaimin sendiri merupakan tokoh dunia, seorang Ulama yang sangat terkemuka, mengajar pada Ma’had Ilmi di Unaizah, Fakultas Syari’ah dan Ushuluddin pada cabang Universitas Ibnu Su’ud di Qosim, Dekan Jurusan Aqidah dan Aliran-Aliran Kontemporer, anggota bagian pengajaran di Universitas Ibu Su’ud Qosim, bahkan merupakan anggota Hai’ah Kibaril Ulama’ (Majelis Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia).
Pada awal tahun 1990-an, Ustadz Yazid Jawas mengembangkan dakwah bersama Abu Nida, Ja'far Umar Thalib dan Yusuf Usman Baisa yang sama-sama alumni LIPIA dengan menggelar dauroh di pesantren Ibnu Qayyim Sleman Yogyakarta. Dauroh tersebut memperoleh dukungan dari DII.
Kemudian ia bersama Ja’far Umar Thalib diajak oleh Abu Nida untuk mendirikan Yayasan As-Sunnah pada 1992 bersamaan dengan membangun masjid di Degolan, Kaliurang, Yogyakarta.
Ia bersama Ja’far juga menjalankan pondok Pesantren al-Irsyad, Tengaran, Salatiga, Jawa Tengah atas dasar tugas dakwah dari LIPIA.
Semangatnya dalam menyebarkan ajaran salafi membuat pesantren tersebut menjadi salah satu mata rantai terpenting dalam jaringan penyebaran gerakan Salafi di Indonesia.
Tak hanya itu, pada 1994 ia juga menjabat sebagai direktur pertama majalah As-Sunnah. Hingga sebelum wafat, Ustadz Yazid terus menebar dakwah Salafi baik secara offline maupun online.
Latar belakang pendidikannya yang dipenuhi dengan ilmu dan ajaran Salafi membuat Ustadz Yazid dikenal sebagai tokoh ulama yang konsisten memberikan dakwah bermanhaj tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










