Akurat

Apakah Meninggal di Malam 1 Suro Su'ul Khotimah?

Fajar Rizky Ramadhan | 8 Juli 2024, 07:30 WIB
Apakah Meninggal di Malam 1 Suro Su'ul Khotimah?

AKURAT.CO Banyak mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat tentang malam 1 Suro (atau malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah).

Salah satu kepercayaan yang ada adalah bahwa meninggal di malam 1 Suro dianggap sebagai tanda su'ul khotimah, atau akhir hayat yang buruk.

Namun, penting untuk mendasarkan pemahaman kita pada ajaran Islam yang sahih, termasuk hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Perspektif Hadits

Dalam Islam, kematian adalah sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari dan waktu kematian setiap individu telah ditentukan oleh Allah SWT.

Baca Juga: Meninggal di Malam 1 Suro Artinya Apa? Ini Jawaban Perspektif Islam

Keyakinan terhadap hari baik atau buruk tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Berikut beberapa hadis yang relevan untuk menanggapi kepercayaan ini:

  1. Hadis tentang Kematian yang Sudah Ditentukan

    Rasulullah SAW bersabda:

    "إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ."

    (Artinya: "Sesungguhnya salah seorang dari kalian penciptaannya dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nutfah (setetes mani), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama waktu yang sama, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu yang sama. Kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan roh padanya dan diperintahkan dengan empat kata: menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia celaka atau bahagia." (HR. Bukhari dan Muslim))

  2. Hadis tentang Tidak Adanya Tanda Kematian Buruk karena Waktu Tertentu

    Tidak ada hadis yang shahih yang menyatakan bahwa meninggal pada waktu tertentu, termasuk malam 1 Suro, merupakan tanda su'ul khotimah. Rasulullah SAW sendiri tidak mengaitkan kematian seseorang dengan waktu tertentu sebagai pertanda buruk atau baik.

    Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    "لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ"

    (Artinya: "Tidak ada penularan penyakit (tanpa izin Allah), tidak ada kepercayaan buruk (terhadap hal-hal tertentu), tidak ada burung hantu (sebagai pertanda buruk), dan tidak ada bulan Shafar (sebagai bulan sial)." (HR. Bukhari dan Muslim))

Baca Juga: Kesesatan Keyakinan Adanya Weton Dilarang Keluar Rumah Saat Malam 1 Suro

Kepercayaan bahwa meninggal di malam 1 Suro adalah su'ul khotimah tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam yang sahih.

Kematian adalah ketetapan Allah yang tidak dapat diprediksi atau dihubungkan dengan waktu tertentu sebagai pertanda baik atau buruk.

Penting bagi umat Islam untuk menjadikan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam memahami ajaran agama dan tidak terpengaruh oleh mitos atau kepercayaan yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Meninggal dengan husnul khotimah atau su'ul khotimah tergantung pada amalan seseorang selama hidupnya, bukan pada waktu kematiannya.

Oleh karena itu, setiap Muslim harus berusaha untuk menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam, memperbanyak amal sholeh, dan senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhir hayat yang baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.