Akurat Logo

Meninggal di Malam 1 Suro Artinya Apa? Ini Jawaban Perspektif Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 8 Juli 2024, 06:25 WIB
Meninggal di Malam 1 Suro Artinya Apa? Ini Jawaban Perspektif Islam

AKURAT.CO Dalam budaya Jawa, malam 1 Suro sering dianggap sebagai malam yang sakral dan penuh misteri.

Banyak yang percaya bahwa meninggal di malam 1 Suro memiliki makna khusus. Namun, bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini?

Dalam perspektif Islam, kematian adalah takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Tidak ada waktu atau hari tertentu yang dianggap lebih sakral untuk meninggal dibandingkan dengan hari lainnya.

Baca Juga: Kesesatan Keyakinan Adanya Weton Dilarang Keluar Rumah Saat Malam 1 Suro

Islam mengajarkan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati pada waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an:

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Al-Imran: 185)

Hadits Tentang Kematian

Ada beberapa hadits yang dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kematian dalam Islam. Salah satu hadits yang relevan adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ." (رواه مسلم)

Artinya: "Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya.'" (HR. Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa setelah seseorang meninggal dunia, amal ibadahnya akan terputus kecuali dari tiga hal tersebut. Tidak disebutkan tentang waktu atau hari kematian yang memberikan keistimewaan khusus.

Baca Juga: 25 Kata-Kata Malam 1 Suro Bahasa Jawa yang Islami untuk Caption Sosmed

Dalam Islam, tidak ada kepercayaan khusus mengenai makna meninggal di malam 1 Suro.

Kematian adalah ketetapan Allah yang bisa datang kapan saja, dan yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan amal ibadah dan perbuatan baik selama hidup.

Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir atau mencari makna khusus di balik waktu kematian, tetapi lebih fokus pada kualitas amal ibadah kita sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.