Akurat

Ipar Adalah Maut Nyata dalam Hadis, Peringatan Keras dari Rasulullah SAW

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Juni 2024, 21:01 WIB
Ipar Adalah Maut Nyata dalam Hadis, Peringatan Keras dari Rasulullah SAW

AKURAT.CO Dalam kehidupan sosial masyarakat, hubungan antara anggota keluarga memiliki peran yang sangat penting. Salah satu hubungan yang sering dibahas dalam Islam adalah hubungan dengan ipar.

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras mengenai hubungan ini melalui sebuah hadis yang mengatakan, "Ipar itu maut" (HR. Bukhari dan Muslim). Pernyataan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan membutuhkan pemahaman yang mendalam agar tidak disalahartikan.

Makna Hadis "Ipar Adalah Maut"

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian masuk menemui wanita yang tidak halal bagimu." Kemudian para sahabat bertanya, "Bagaimana dengan ipar wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ipar itu maut."

Baca Juga: Agar Ipar tak Jadi Maut, Begini 5 Tuntunan Islam sesuai Sunah

Ungkapan "ipar itu maut" adalah peringatan keras dari Rasulullah SAW terhadap bahaya yang mungkin timbul dari interaksi bebas antara ipar laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Dalam konteks ini, maut bisa diartikan sebagai kematian dalam aspek moral dan sosial, yang berarti hubungan yang tidak dijaga dengan baik bisa menimbulkan fitnah, keretakan rumah tangga, dan pelanggaran terhadap aturan syariat Islam.

Pentingnya Menjaga Batasan Syariat

Islam sangat memperhatikan batasan-batasan dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kesucian diri serta mencegah fitnah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga hubungan dengan ipar:

  1. Hijab dan Pakaian yang Sopan: Ipar harus tetap menjaga hijab dan berpakaian sopan ketika berada di rumah. Pakaian yang menutup aurat sesuai dengan syariat adalah kewajiban bagi setiap muslimah.

  2. Interaksi Seperlunya: Interaksi antara ipar sebaiknya hanya dalam batas yang diperlukan. Tidak ada pergaulan yang berlebihan atau interaksi yang bisa menimbulkan fitnah.

  3. Menghindari Khalwat: Khalwat, yaitu berdua-duaan dengan yang bukan mahram, sangat dilarang dalam Islam. Bahkan jika itu adalah ipar, tetap harus dihindari untuk menjaga kehormatan kedua belah pihak.

  4. Menjaga Pandangan: Menundukkan pandangan merupakan salah satu cara menjaga diri dari godaan syaitan. Hal ini berlaku baik bagi ipar laki-laki maupun perempuan.

Dampak Mengabaikan Peringatan Ini

Mengabaikan peringatan Rasulullah SAW mengenai hubungan dengan ipar bisa berakibat fatal. Beberapa dampak negatif yang mungkin timbul antara lain:

  1. Fitnah dan Keretakan Rumah Tangga: Interaksi yang tidak terjaga bisa menimbulkan fitnah, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Hal ini bisa berujung pada keretakan rumah tangga dan hubungan keluarga yang tidak harmonis.

  2. Tindakan Maksiat: Kedekatan yang berlebihan tanpa pengawasan bisa memicu perbuatan maksiat, seperti zina atau tindakan tidak senonoh lainnya.

  3. Hilangnya Rasa Hormat dan Kepercayaan: Jika batasan tidak dijaga, rasa hormat dan kepercayaan antar anggota keluarga bisa hilang, yang akan merusak tatanan keluarga.

Hadis "ipar adalah maut" merupakan peringatan keras dari Rasulullah SAW agar umat Islam berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan ipar.

Baca Juga: Apakah Hadits 'Ipar adalah Maut' Merupakan Hadits Sahih?

Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi umat dari fitnah dan dampak negatif yang bisa merusak keharmonisan keluarga dan masyarakat.

Dengan memahami dan menerapkan batasan-batasan syariat dalam hubungan dengan ipar, diharapkan dapat tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta terhindar dari segala bentuk kemaksiatan dan fitnah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.