AKURAT.CO Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.
Pelaksanaan haji memiliki rukun-rukun yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah.
Rukun haji adalah bagian-bagian utama dalam pelaksanaan haji yang apabila tidak dilaksanakan, maka hajinya dianggap tidak sah.
Berikut ini adalah rukun-rukun haji beserta penjelasannya sesuai dengan hadits Nabi dalam bahasa Arab.
1. Ihram (الإحرام)
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى"
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan"
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Wukuf di Arafah (الوقوف بعرفة)
Wukuf di Arafah adalah berhenti sejenak di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
"الحج عرفة"
"Haji adalah Arafah"
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
3. Thawaf Ifadah (طواف الإفاضة)
Thawaf Ifadah adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali setelah wukuf di Arafah. Thawaf ini adalah bagian dari rukun haji yang wajib dilakukan. Allah SWT berfirman:
"وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ"
"Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka'bah)"
(QS. Al-Hajj: 29)
Baca Juga: 25 Nama Anak Laki-laki Islam Sesuai al-Quran dan Sunah
4. Sa'i (السعي)
Sa'i adalah berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Hadits Rasulullah SAW menyebutkan:
"اسْعَوْا فَإِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ السَّعْيَ"
"Lakukanlah sa'i karena Allah telah mewajibkan kalian melakukan sa'i"
(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Tahallul (التحلل)
Tahallul adalah mencukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan thawaf dan sa'i. Rasulullah SAW bersabda:
"اللهم اغفر للمحلقين"
"Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur rambut mereka"
(HR. Bukhari dan Muslim)
6. Tertib (الترتيب)
Tertib berarti melaksanakan rukun-rukun haji secara berurutan sesuai dengan ketentuan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaan haji, pemahaman yang baik terhadap rukun-rukun ini sangatlah penting. Dengan mengikuti petunjuk dan tuntunan Nabi Muhammad SAW, diharapkan ibadah haji kita dapat diterima oleh Allah SWT.