Apa itu Zuhud? Berikut Penjelasan menurut Hadits Nabi

AKURAT.CO Zuhud adalah konsep penting dalam Islam yang berkaitan dengan sikap dan perilaku seorang Muslim terhadap kehidupan dunia.
Kata "zuhud" berasal dari bahasa Arab yang berarti asketisme atau hidup sederhana. Konsep ini menekankan penolakan terhadap kelebihan materi dan lebih memfokuskan pada kehidupan spiritual dan akhirat.
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW, zuhud sering dijelaskan sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan sejati dan kedekatan dengan Allah SWT.
Definisi Zuhud
Zuhud tidak berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, melainkan sikap hati yang tidak terikat pada dunia dan kenikmatannya. Orang yang zuhud tetap bekerja dan menjalani kehidupan dunia, tetapi hatinya tidak terpaut pada harta benda atau kedudukan. Sebaliknya, mereka fokus pada amal saleh dan mencari ridha Allah.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung dengan Puasa Sunah Senin-Kamis?
Penjelasan Zuhud Menurut Hadits Nabi
Beberapa hadits Nabi Muhammad SAW memberikan gambaran yang jelas tentang zuhud:
Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi
"Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Zuhudlah di dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia akan mencintaimu.'" (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Hadits ini menekankan bahwa dengan tidak terikat pada kenikmatan dunia, seorang Muslim akan mendapatkan cinta dari Allah dan juga dari sesama manusia. Zuhud di sini berarti tidak serakah terhadap apa yang dimiliki orang lain dan tidak mengejar hal-hal duniawi semata.
Hadits Riwayat Ibnu Majah
"Dari Sahl bin Sa'd RA, ia berkata: 'Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, 'Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amal yang apabila aku melakukannya maka Allah dan manusia akan mencintaiku.' Beliau bersabda, 'Zuhudlah di dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia akan mencintaimu.'" (HR. Ibnu Majah)
Hadits ini mengulangi pesan yang sama, menunjukkan betapa pentingnya sikap zuhud untuk mendapatkan cinta dari Allah dan manusia. Zuhud di dunia berarti menempatkan prioritas pada akhirat dan tidak terbuai dengan kenikmatan sementara di dunia.
Hadits Riwayat Bukhari
"Dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata: 'Rasulullah SAW memegang pundakku dan berkata: 'Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau musafir.' Ibn Umar berkata, 'Jika kamu berada di waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi. Dan jika kamu berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu.'" (HR. Bukhari)
Baca Juga: Apa Nama Kerajaan Islam Pertama di Indonesia?
Hadits ini memberikan pengertian bahwa seorang Muslim harus memandang dunia seperti seorang musafir yang hanya singgah sementara, sehingga tidak terikat kuat dengan dunia dan selalu mempersiapkan diri untuk akhirat.
Zuhud adalah konsep spiritual yang mengajarkan seorang Muslim untuk tidak terpikat dengan kenikmatan duniawi dan lebih fokus pada kehidupan akhirat.
Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW memberikan penjelasan yang jelas tentang pentingnya zuhud dan bagaimana sikap ini dapat membawa cinta Allah dan manusia.
Dengan memahami dan mengamalkan zuhud, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








