AKURAT.CO Haji Tamattu' adalah salah satu dari tiga jenis haji yang dapat dilakukan oleh umat Islam, selain Haji Ifrad dan Haji Qiran.
Haji Tamattu' adalah haji yang paling sering dipilih karena memberikan kemudahan bagi jamaah untuk menjalankan ibadah haji dan umrah secara terpisah dalam satu musim haji.
Berikut ini penjelasan rinci terkait rangkaian ibadah Haji Tamattu':
1. Ihram untuk Umrah
Ibadah Haji Tamattu' dimulai dengan ihram untuk umrah. Jamaah mengambil miqat (batas tempat untuk memulai niat) dan mengucapkan niat umrah, serta mengucapkan talbiyah:
"Niat umrah: Labbayka ‘umratan (Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah)."
Setelah itu, jamaah mengenakan pakaian ihram dan mematuhi larangan-larangan ihram, seperti tidak boleh mencukur rambut, memotong kuku, dan lain-lain.
Dalil mengenai ihram ini adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..." (QS. Al-Baqarah: 196).
Baca Juga: Doa Agar Cepat Dapat Berangkat Haji ke Tanah Suci
2. Tawaf
Setelah tiba di Masjidil Haram, jamaah melakukan tawaf umrah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Setiap putaran dimulai dari Hajar Aswad.
Dalil tentang tawaf dapat ditemukan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:
"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Lakukanlah thawaf di Baitullah (Ka'bah) tujuh kali, dan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim...'" (HR. Bukhari).
3. Sa'i
Setelah tawaf, jamaah melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa'i merupakan simbolisasi dari pencarian air oleh Hajar, ibu Nabi Ismail.
Dalil mengenai sa'i adalah firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi'ar Allah..." (QS. Al-Baqarah: 158).
4. Tahallul
Setelah selesai sa'i, jamaah melaksanakan tahallul, yaitu memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari kondisi ihram umrah. Dengan tahallul ini, jamaah kembali diperbolehkan melakukan hal-hal yang dilarang saat ihram.
Dalil tahallul adalah firman Allah SWT:
"...dan janganlah kamu mencukur (rambut) kepala sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya..." (QS. Al-Baqarah: 196).
5. Ihram untuk Haji
Pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah), jamaah melakukan ihram kembali, tetapi kali ini untuk ibadah haji. Mereka mengucapkan niat haji:
"Niat haji: Labbayka hajjan (Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan haji)."
6. Wuquf di Arafah
Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah bergerak ke Arafah untuk melaksanakan wuquf. Wuquf di Arafah adalah rukun haji yang paling penting dan berlangsung dari tergelincirnya matahari hingga terbenam.
Dalil mengenai wuquf di Arafah adalah sabda Nabi Muhammad SAW:
"Haji adalah Arafah..." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: 6 Amalan yang Dapat Mempercepat Bisa Berangkat Ibadah Haji ke Tanah Suci
7. Mabit di Muzdalifah
Setelah maghrib, jamaah bergerak ke Muzdalifah dan bermalam di sana. Di Muzdalifah, jamaah mengumpulkan batu untuk digunakan dalam melempar jumrah.
Dalil tentang mabit di Muzdalifah adalah firman Allah SWT:
"Kemudian apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram (Muzdalifah)..." (QS. Al-Baqarah: 198).
8. Melempar Jumrah Aqabah
Pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari Nahr), jamaah melempar tujuh batu kecil ke Jumrah Aqabah. Ini menandai awal dari tiga hari Tasyriq.
Dalil mengenai melempar jumrah adalah firman Allah SWT:
"Dan sebutlah Allah dalam beberapa hari yang berbilang..." (QS. Al-Baqarah: 203).
9. Penyembelihan Kurban
Setelah melempar Jumrah Aqabah, jamaah melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari ritual haji.
Dalil mengenai kurban adalah firman Allah SWT:
"Maka shalatlah karena Tuhanmu dan berkurbanlah..." (QS. Al-Kautsar: 2).
10. Tahallul Kedua
Setelah penyembelihan kurban, jamaah melaksanakan tahallul kedua dengan mencukur rambut atau memotong sebagian rambut. Ini menandai berakhirnya larangan ihram.
11. Tawaf Ifadah
Jamaah kemudian kembali ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadah, yang merupakan salah satu rukun haji. Tawaf ini dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
12. Sa'i Haji
Setelah tawaf ifadah, jamaah melaksanakan sa'i haji jika belum melakukannya setelah tawaf qudum. Sa'i dilakukan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
13. Mabit di Mina
Selama hari-hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah), jamaah menginap di Mina dan setiap hari melempar tiga jumrah: Ula, Wusta, dan Aqabah masing-masing dengan tujuh batu.
14. Tawaf Wada'
Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah melaksanakan tawaf wada' sebagai tanda perpisahan dengan Baitullah.
Dalil mengenai tawaf wada' adalah hadits dari Ibnu Abbas:
"Orang-orang diperintahkan agar menjadikan thawaf di Baitullah sebagai akhir dari seluruh amal (haji atau umrah) mereka..." (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikian rangkaian ibadah Haji Tamattu' beserta dalil-dalil yang mendasarinya. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai tata cara pelaksanaan Haji Tamattu' sesuai dengan tuntunan syariat Islam.