AKURAT.CO Puasa sunah Syawal adalah salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam setelah selesai menjalani ibadah puasa Ramadan.
Namun, terkadang dalam kesibukan sehari-hari, seseorang bisa saja lupa untuk berniat melakukan puasa sunah Syawal di malam hari sebelum fajar tiba.
Bagaimana seharusnya bertindak jika situasi ini terjadi?
Baca Juga: Niat Puasa Sunah Syawal: Menyambut Berkah dan Pahala Lebih
Menurut pandangan kebanyakan ulama, termasuk Imam Al-Nawawi dan Imam Ibn Qudamah, jika seseorang lupa berniat puasa sunah Syawal di malam hari, ia masih bisa berniat pada pagi harinya sebelum waktu Dhuhur. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
"Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Dalam konteks ini, seorang yang lupa berniat puasa sunah Syawal di malam hari masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan dengan berniat sebelum tergelincirnya waktu Dhuhur.
Namun, penting untuk diingat bahwa puasa sunah Syawal sebaiknya dilakukan secara kontinu dan tidak dipecah-pecah. Rasulullah ﷺ bersabda:
Baca Juga: Jude Bellingham Bawa Real Madrid Menangi El Clasico, Los Blancos Kian Dekat Jadi Juara
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti puasa setahun." (HR. Muslim)
Maka dari itu, jika seseorang lupa berniat puasa sunah Syawal di malam hari, hendaknya segera memperbaiki keadaan dengan berniat pada pagi harinya sebelum tergelincir waktu Dhuhur. Dengan demikian, ia masih dapat meraih pahala dari ibadah puasa sunah Syawal sesuai dengan yang dianjurkan dalam syariat Islam.