Akurat

Ustadz Marjuki Hasanuddin Jelaskan Sifat yang Harus Dimiliki Pemuda Milenial

Hadits Abdillah | 6 April 2024, 08:38 WIB
Ustadz Marjuki Hasanuddin Jelaskan Sifat yang Harus Dimiliki Pemuda Milenial

AKURAT.CO Ustadz Marjuki Hasanuddin menjelaskan mengenai sifat yang harus dimiliki oleh pemuda milenial masa kini. Hal ini ia sampaikan dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co episode ke-25, pada Jumat (5/4/2024).

Masa muda merupakan masa yang sangat penuh dedikasi serta kreasi, sehingga anak muda hendaknya tidak hanya diam sambil berpangku tangan saja, melainkan menciptakan karya-karya cipta yang baik. Menurut Ustadz Marjuki hal ini dikarenakan anak muda memiliki potensi untuk menjatuhkan serta memanjukan dunia.

Ustadz Marjuki kemudian menyinggung pernyataan fenomenal dari bapak proklamator Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Pernyataan itu mengatakan bahwa 10 orang muda telah cukup untuk mengguncang dunia. Hal ini berarti seorang pemuda sejatinya memiliki dedikasi yang sangat tinggi.

Baca Juga: 5 Manfaat Membayar Zakat Fitrah, Salah Satunya Menjadi Benteng Harta yang Kita Miliki

"Seorang pemuda tidak boleh menjadi sasaran nasehat orang tua, tapi anak muda harus berkreasi, anak muda harus betul-betul punya iman yang tinggi dalam rangka kreasi dan mampu menciptakan hal-hal yang membuat kita jadi terdepan diantara yang lain" Ujar Ustadz Marjuki Hasanuddin dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co.

Selanjutnya, Ustadz Marjuki berpendapat bahwa seorang pemuda hendaknya memiliki sifat Al-Amin, yaitu anak muda yang bersifat amanah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW di masa mudanya.

"Inilah anak muda yang sangat di dambakan oleh Islam, kelak menjadi seorang pemimpin yang mempunyai sifat amanah. Sifat amanah banyak digambarkan oleh pendahulu-pendahul kita" Tutur Ustadz Marjuki Hasanuddin.

Contoh sifat amanah ini dapat dilihat dari kisah Khalifah Umar dan anaknya yang berkunjung ke istana. Khalifah Umar hanya mau menyalakan lampu-lampu istana apabila mereka membicarakan urusan negara. Sedangkan jika yang dibicarakan adalah urusan keluarga, maka memiliki untuk mematikan semua lampu yang ada.

Aksi Khalifah Umar itu dilatarbelakangi oleh dirinya yang berusaha menjaga amanah rakyat. Sebab lampu-lampu itu menjadi salah satu hal yang dibeli dengan uang hasil jerih payah rakyat-rakyatnya.

Kisah ini, lanjut Ustadz Marjuki, mengajarkan kepada semua anak muda untuk tidak berbangga diri atas kehebatan orang tuanya. Anak muda hendaknya dapat membuat diri mereka dikenal karena diri mereka sendiri, bukan justru karena orang tua mereka.

Pria yang juga berprofesi sebagai Pimpinan Ponpes Yatim Elmasobbiyah Min Ahlissunnah Wal Jama'ah Bekasi ini kemudian mengingatkan para pemirsa kepada masa muda Rasulullah SAW. Sebelum diangkat menjadi seorang Rasul, Muhammad diberi gelar Al-Amin oleh masyarakat atas sifat amanahnya. Hal inilah yang seharusnya dimiliki oleh pemuda milenial masa kini.

Baca Juga: Syarat Sah Pembayaran Zakat Fitrah

"Beliau bertindak, Muhammad muda yang Al-Amin, penuh dengan pertimbangan penuh dengan kekuatan penuh dengan pemikiran. Tidak pernah beliau lakukan tidak dengan pemikiran yang ada." Ujarnya.

Kultum Ramadhan Akurat.co tayang setiap pukul 17.30 WIB selama bulan Ramadhan. Program ini merupakan program kerjasama antara Akurat.co dengan Jamkrindo untuk menemani Ramadhan masyarakat Indonesia.

Profil Ustaz Marjuki Hasanuddin, S.Sos.I., M.Pd.I.,CDAI.

- Alumni STAI Al Mabrur Indonesia Jakarta
- Alumni Universitas Satyagama
- Alumni Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta
- Dosen STAI Duta Bangsa Bekasi Merangkap Wakil Ketua 2
- Dosen STIT Tarbiyatunnisa Sentul Bogor
- Pimpinan Ponpes Yatim Elmasobbiyah Min Ahlissunnah Wal Jama'ah Bekasi
- Pimpinan DTA Nurul Ikhlas Kota Bekasi
- Ketua Ikatan Da'i Muda Indonesia (IDMI) Wilayah Jawa Barat
- Ketua Komisi Dakwah ADDAI Jawa Barat

Ustadz Marjuki Hasanuddin dapat ditemukan melalui laman Facebook pribadinya, yaitu Uki Iku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi