Akurat

5 Puisi Malam Lailatul Qadar, Penuh Keagungan dan Mampu Pertebal Keimanan

Fajar Rizky Ramadhan | 3 April 2024, 12:30 WIB
5 Puisi Malam Lailatul Qadar, Penuh Keagungan dan Mampu Pertebal Keimanan

AKURAT.CO Malam Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa. Setiap muslim amat sangat ingin bertemu dengan malam mulia ini.

Berikut ini lima puisi tengang keistimewaan dan keagungan Malam Lailatul Qadar. Cocok menjadi bahan untuk latihan puisi baik di kelas, madrasah, atau di manapun.

Puisi Pertama

Di malam sunyi bertaburan bintang, Lailatul Qadar bersemi dengan megah, Keagungan-Nya meliputi langit terang, Malam istimewa, menyentuh jiwa.

Dalam gelap, cahaya-Nya bercahaya, Mengisi hati yang merindu kasih-Nya, Keistimewaan malam ini terpancar jelas, Menjadi pelita di tengah kegelapan.

Malam Lailatul Qadar, di sana tersirat, Rahasia-Nya yang tiada terkira, Di dalam doa, jiwa merasakan kenyataan, Keagungan-Nya, tiada tara, tiada bandingnya.

Dalam sujud, dalam tadarus Al-Quran, Kita merasakan kedekatan yang nyata, Malam berkah, malam penuh ampunan, Keistimewaan-Nya, tiada terhingga.

Malam yang diberkahi, malam yang diinginkan, Malam Lailatul Qadar, mengalirkan kebaikan, Dalam setiap detik, dalam setiap hembusan angin, Kita merasakan keagungan-Nya, hadir dalam cinta.

Baca Juga: Doa Lailatul Qadar untuk Malam 23 Ramadhan

Puisi Kedua

Di malam yang suci, langit terbentang, Rahmat-Nya turun dengan lembutnya hujan, Keagungan-Nya memancar dalam getaran, Malam Lailatul Qadar, tiada tandingnya.

Bersujud kita, memohon ampunan-Nya, Dalam khidmat, dalam kerendahan hati, Keistimewaan malam ini mengajarkan, Bahwa setiap dosa bisa dihapuskan.

Di malam yang dirahmati, hati menjadi tenang, Mengalirkan air mata dalam kesyukuran, Keagungan-Nya menyentuh setiap sudut jiwa, Malam Lailatul Qadar, pelipur lara.

Dalam keheningan, zikir memenuhi udara, Menggetarkan jiwa, membebaskan beban, Keistimewaan malam ini mempersatukan, Umat yang beriman, dalam cinta dan pengharapan.

Di malam yang penuh berkah, kita bersyukur, Atas nikmat-Nya yang tiada terhingga, Keagungan-Nya terpampang di ufuk timur, Malam Lailatul Qadar, pintu ke surga yang terbuka.

 Puisi Ketiga

Di malam yang mulia, nur-Nya menyinari, Menyulam bintang-bintang di langit biru, Keagungan-Nya melampaui kata-kata, Malam Lailatul Qadar, rahmat yang tiada terhingga.

Dalam doa-doa, kita merasakan kehadiran-Nya, Mengalirkan harapan dalam setiap hembusan nafas, Keistimewaan malam ini mengajar kita, Bahwa cinta-Nya tiada batasnya.

Di malam penuh berkat, kita merenung, Akan kebesaran-Nya yang tak terkira, Keagungan-Nya terpancar dalam setiap detik, Malam Lailatul Qadar, tanda kasih-Nya yang abadi.

Dalam pelukan malam, kita merenungkan, Keindahan ciptaan-Nya yang tiada tara, Keistimewaan malam ini mengajarkan, Bahwa di dalam kegelapan, ada cahaya-Nya yang menyinari.

Di malam yang suci, kita bersujud, Merendahkan diri di hadapan Yang Maha Kuasa, Keagungan-Nya memancar dalam setiap gerak, Malam Lailatul Qadar, puncak dari ibadah yang tulus.

Baca Juga: Begini Hikmah dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Puisi Keempat

Di malam yang agung, hati menjadi merdu, Mencintai-Nya dalam setiap hela napas, Keagungan-Nya terasa dalam doa yang terucap, Malam Lailatul Qadar, membebaskan jiwa dari segala keresahan.

Dalam kesunyian, kita merenung, Akan keajaiban-Nya yang melimpah ruah, Keistimewaan malam ini mengajarkan, Bahwa kekuasaan-Nya meliputi segalanya.

Di malam yang bersemi, bunga-bunga iman mekar, Mengeluarkan harumnya dalam setiap langkah, Keagungan-Nya terukir dalam alam semesta, Malam Lailatul Qadar, menuntun kita pada kebenaran yang abadi.

Dalam penantian, kita merasakan kehadiran-Nya, Mengisi ruang hati dengan keberkahan-Nya yang tiada tara, Keistimewaan malam ini menggugah, Bahwa di balik kesulitan, ada kemudahan-Nya yang selalu hadir.

Di malam yang dipilih, kita berserah, Mengabdikan diri pada-Nya dengan tulus, Keagungan-Nya memenuhi ruang dan waktu, Malam Lailatul Qadar, pelipur rindu bagi jiwa yang haus akan kebaikan-Nya.

Puisi Kelima

Di malam yang dihiasi malaikat bersayap, Kita berdiri, memandang langit yang terbuka luas, Keagungan-Nya mengalir dalam tiap detik berlalu, Malam Lailatul Qadar, membawa kedamaian yang mendalam.
 
Dalam kesunyian, kita mendengarkan getaran hati, Mengikuti irama kehadiran-Nya yang tiada tanding, Keistimewaan malam ini menyatukan, Umat yang merindukan kasih dan ridha-Nya.
 
Di malam yang penuh berkah, kita merenung, Akan nikmat-Nya yang melimpah ruah, Keagungan-Nya terpancar dalam setiap doa yang terucap, Malam Lailatul Qadar, titik temu antara langit dan bumi.
 
Dalam keheningan, kita merasakan keajaiban-Nya, Mengalirkan cinta dalam setiap sudut jiwa, Keistimewaan malam ini mengajarkan, Bahwa di dalam kegelapan, ada cahaya-Nya yang senantiasa bersinar.
 
Di malam yang disucikan, kita bersujud, Merendahkan diri di hadapan-Nya yang Maha Mulia, Keagungan-Nya memancar dalam setiap gerakan, Malam Lailatul Qadar, mempererat ikatan antara hamba dan Pencipta.
 
Semoga bermanfaat. Amin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.