AKURAT.CO I'tikaf adalah salah satu amalan yang paling penting di momen bulan suci Ramadhan. Orang-orang beriman selalu melakukan i'tikaf ketika tiba bulan Ramadhan.
Para ulama juga menyebut, bahwa di antara momen paling istimewa dalam bulan suci Ramadhan adalah 10 hari terakhirnya. Di tengah intensitas ibadah dan pencarian ampunan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan, salah satunya adalah melaksanakan i'tikaf.
I'tikaf sendiri merupakan sunnah yang dilakukan dengan mengisolasi diri di dalam masjid untuk fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam artikel ini, kita akan mengulas tentang pentingnya i'tikaf dan dalil hadits yang mendukung amalan tersebut.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Lailatul Qadar, Lengkap dengan Niat dan Doanya
Pentingnya I'tikaf:
1. Pencarian Kedekatan dengan Allah
I'tikaf merupakan kesempatan untuk menghindarkan diri dari gangguan dunia dan menenggelamkan diri dalam ibadah, sehingga memungkinkan seorang muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Purifikasi Diri
Dengan menjauhkan diri dari urusan dunia dan fokus pada ibadah, i'tikaf membantu membersihkan hati dan jiwa dari dosa serta kekotoran spiritual.
3. Pelajaran Kesabaran dan Ketabahan
I'tikaf membutuhkan kesabaran dan ketabahan untuk bertahan di dalam masjid selama beberapa hari, sehingga melatih seseorang untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan keteguhan iman.
Dalil Hadits tentang I'tikaf:
1. Hadits Ibnu Abbas
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga Allah wafat. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Hadits Aisyah
Aisyah ra. berkata, "Rasulullah SAW melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melanjutkan i'tikaf setelah beliau." (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Hadits Abu Hurairah
Raasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melakukan i'tikaf di masjidku selama sehari semalam karena mencari ridha Allah, maka Allah akan menjadikan jarak antara wajahnya dengan api neraka sejauh tujuh puluh tahun." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dan Tanda Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Dari hadits-hadits tersebut, jelaslah pentingnya i'tikaf dalam meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, mari manfaatkan kesempatan berharga di 10 hari terakhir Ramadhan untuk melaksanakan i'tikaf, memperbanyak dzikir, doa, tilawah Al-Quran, dan amal ibadah lainnya agar kita bisa meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT.
Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang taat dan bertaqwa serta mendapatkan kemuliaan di bulan suci ini. Aamiin.