Materi Kultum: Istiqomah Beribadah di Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Istiqomah merupakan sikap konsisten seseorang dalam melaksanakan segala hal. Bagi sebagian umat muslim istiqomah dalam beribadah di bulan suci Ramadhan menjadi salah satu hal yang sulit dilakukan, apalagi jika kesibukan-kesibukan duniawi telah melanda. Maka perlu dilakukan usaha yang keras untuk menumbuhkan sikap istiqomah.
Berikut ini merupakan materi kultum yang berkaitan dengan istiqomah dalam beribadah di bulan Ramadhan:
Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Innalhamdalillah washolatu wassalamu ala rasulillah sayyidina Muhammad ibni Abdillah wa ala alihi wasohbihi wamawalah (amma ba’du).
Alhamdulilah, atas izin Allah SWT kita dapat berkumpul pada kesempatan kali ini dengan keadaan sehat wal afiat. Shalawat teriring salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, semoga menjadi salah satu umatnya yang mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT,
Istiqomah dalam beribadah menjadi suatu hal yang begitu sulit bagi kebanyakan orang. Apalagi jika kesibukan-kesibukan duniawi telah melanda dan menyita banyak waktu, sehingga secara tidak sadar kita mulai mengurangi waktu untuk beribadah ataupun melakukan amalan-amalan lainnya.
Baca Juga: Materi Kultum: Malam Nuzulul Qur'an, Puncak Kesucian di Tengah Ramadan yang Penuh Berkah
Hal ini dapat kita lihat melalui orang-orang di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri yang mulai mengurangi waktu membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, maupun amalan-amalan lain saat memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan seperti saat ini.
Istiqomah dalam kebaikan, termasuk beribadah menjadi salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT. Salah satu perintah itu tertulis dalam surat Al-Fushshilat ayat 6, yaitu
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۟ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰىٓ اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَاسْتَقِيْمُوْٓا اِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِيْنَۙ
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, tetaplah (dalam beribadah) dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Celakalah orang-orang yang mempersekutukan(-Nya),”
Selain itu, perintah mengenai istiqomah ini juga tertulis dalam surat Huud ayat 112, yaitu yang berbunyi:
فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: “Maka beristiqomahlah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”
Dari ayat di atas, Allah SWT telah memerintahkan umat muslim untuk senantiasa istiqomah terhadap segala bentuk perintah-Nya serta tidak melewati batasan-batasan yang ada.
Baca Juga: 5 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh
Dengan demikian, istiqomah menjadi hal yang begitu penting bagi umat muslim. Begitu juga dalam konteks beribadah kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits mengatakan bahwa suatu amalan atau ibadah dinilai berdasarkan bagaimana akhirnya. Jika akhirnya baik, maka amalannya baik. Tetapi jika akhirnya buruk, maka amalannya pun buruk.
Adapun cara yang dapat dilakukan agar dapat istiqomah dalam beribadah adalah dengan menanamkan niat yang kuat serta berdoa kepada Allah SWT, sebab sejatinya hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan dalam hal apapun itu.
Demikian yang dapat kita sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










