Akurat

Materi Kultum : Hal yang Perlu Dihindari Para Perindu Surga

Azis Muslim | 25 Maret 2024, 15:00 WIB
Materi Kultum : Hal yang Perlu Dihindari Para Perindu Surga

AKURAT.CO Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak terbayangkan. Surga adalah tempat yang dihuni oleh para malaikat dan para nabi serta orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.

Kultum Ramadhan : Hal yang Perlu Dihindari Para Perindu Surga

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Yang membalas doa hamba-hamba-Nya, apabila kita berdoa dan mengingat-Nya.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji kehadiran Allah SWT yang mana telah mempertemukan kita dalam acara … dengan keadaan sehat wal afiat.

Surga merupakan tempat yang diidamkan oleh seluruh umat muslim. Kenikmatan dunia yang sekarang kita rasakan tidak sebanding dengan segala nikmat yang akan kita dapatkan di surga kelak. Bahkan salah satu taman surga al-Firdaus al-A’la belum pernah dilihat, didengar dan belum pernah terbayangkan oleh manusia.

Mari kita bersyukur atas apa yang sudah Allah SWT berikan kepada kita. Karena berkat-Nya kita masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan ini. Bulan yang harus kita manfaatkan untuk mengerjakan amalan-amalan agar bisa meraih Surga-Nya.

Baca Juga: Materi Kultum: Memperkuat Kehadiran Al-Quran di Pertengahan Ramadhan

Momen Ramadhan ini bisa menjadi kesempatan kita melakukan kebaikan dan menjauhi segala perbuatan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam neraka. Selain itu kita bisa memohon ampun serta meminta keberkahan pada bulan mulia ini. Karena di bulan ini, seluruh pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari agar dapat meraih surga Allah

1. Menyia-nyiakan waktu

Allah subhanahu wata’ala berfirman (QS. Ali Imran: 133),

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

Wa sāri’ū ilā maghfiratin mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u’iddat lil-muttaqīn.

Pada ayat tersebut, Allah menganjurkan kita untuk segera menjemput ampunan dari Allah dan surga yang dipersiapkan bagi orang yang bertakwa.

Artinya, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dengan menyepelekan urusan akhirat. Karena kebanyakan kaum muslim lebih giat untuk mengejar segala urusan duniawi. Padahal mereka tahu bahwa dunia hanya sementara, sementara akhirat itu abadi.

Dalam sebuah hadits dijelaskan jika kita ingin meminta surga yang derajatnya paling tinggi, maka kita tidak boleh membuang-buang waktu secara sia-sia.

Muhammad bin An-Nadhar rahimahullah berkata,

مَا مِنْ عَامِلٍ يَعْمَلُ فِيْ الدُّنْيَا إِلَّا وَلَهُ مَنْ يَعْمَلُ فِيْ الدَّرَجَاتِ فِيْ الْآخِرَةِ، فَإِذَا أَمْسَكَ أَمْسَكُوْا، فَيُقَالُ لَهُمْ: مَا لَكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: صَاحِبُنَا لَاهٍ

“Tidak ada seseorang pun yang beramal di dunia ini, kecuali tersedia baginya para malaikat yang senantiasa berdoa memohonkan kenaikan derajat baginya di akhirat. Jika dia berhenti, maka mereka pun berhenti. Sehingga, ketika mereka ditanya,‘Mengapa kamu tidak bekerja?’ Mereka pun menjawab,‘Karena sahabat juga telah berhenti berbuat.’” (Syu’abu al-Iman, Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi, 1/514; Imam As-Suyuthi, Al-Buduur As-Safirah fi Umur Al-Akhirah).

2. Para perindu surga tidak berhuru-hara

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu lebih senang bersikap wara’ (menahan diri) dari memakan dan meminum hidangan yang lezat serta berhura-hura. Hal itu ia lakukan karena khawatir jika hal tersebut menjadi penyebab ia termasuk golongan yang tersebut dalam firman Allah,

Baca Juga: Materi Kultum: Mengukur Progres Spiritual di Tengah Bulan Ramadhan

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka),“Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah).”(QS. Al-Ahqaf: 20).

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengikuti sifat dan kepribadian ayahnya. Dia merasa takut apabila terlalu bersenang-senang di dunia akan membuat amalan salehnya telah terbalas sehingga tidak tersisa lagi kebaikan untuk diandalkan di akhirat kelak. Ia meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama,

لَا يُصِيبُ عَبْدٌ مِنَ الدُّنْيَا شَيْئًا إِلَّا نَقَصَ مِنْ دَرَجَاتِهِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، وَإِنْ كَانَ عَلَيْهِ كَرِيمً

“Tidaklah seorang hamba menerima sesuatu dari dunia, selain akan dikurangi derajatnya di sisi Allah, sekalipun ia termasuk orang yang terhormat di dunia.” (HR. Ibnu Abi Dunya dalam az-Zuhdu No. 297. Al-Munziri berkata, sanadnya jayyid)

Mushtafa Amarah menerangkan maksud hadits di atas, “Setiap kenikmatan duniawi yang diperoleh seorang hamba akan dihisab dan dia diturunkan dari derajat yang tinggi di surga dikarenakan kenikmatan itu.” (At-Targhib wa at-Tarhib, al-Munziri, 4/163).

3. Meninggalkan khubah Jumat

Ketika hari Jumat tiba, para malaikat diberikan tugas oleh Allah untuk berdiri di pintu-pintu masjid. Setelah itu, saat imam duduk dan menyampaikan materi khutbah, mereka menutup catatannya untuk mendengarkan khutbah. Dan setelah itu mereka tidak lagi mencatat orang-orang yang masuk setelah imam naik mimbar.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, disebutkan bahwa; bagi orang yang mandi pada hari Jumat, berangkat ke masjid lebih awal, berjalan kaki untuk menyimak khutbah dengan penuh perhatian, Allah akan mencatat setiap langkah kakinya dari rumah ke masjid dengan pahala puasa dan shalat malam selama setahun.

Artinya, jika seseorang membutuhkan seratus langkah dari rumahnya dan ia datang lebih awal, maka Allah akan memberinya pahala sebesar pahala orang berpuasa selama seratus tahun. Namun sayangnya, kebanyakan orang sengaja untuk datang lebih lambat saat hendak mengikuti shalat Jumat.

Itulah segala hal yang perlu dihindari para perindu surga, khususnya di bulan Ramadhan. Mari kita gunakan kesempatan yang ada di bulan suci ini dengan banyak mengamalkan perbuatan baik dan menjauhi segala perbuatan yang bisa menjerumuskan kita ke neraka.

Wassalamuala’ikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi