Akurat

Siapa Ustadz Kholid Basalamah? Pendakwah yang Sebut Imsak Bukan Konsep Islam

Lufaefi | 22 Maret 2024, 21:21 WIB
Siapa Ustadz Kholid Basalamah? Pendakwah yang Sebut Imsak Bukan Konsep Islam

AKURAT.CO Ustadz Kholid Basalamah menyebut bahwa dalam Islam tidak ada konsep Imsak yang mengharuskan sahur dihentikan 20 hingga 25 menit sebelum waktu Subuh.

"Saya nggak tau dari mana kita mengambil istilah Imsak di Indonesia. Imsak ini berhenti 20 menit atau 25 menit sebelum Subuh. Dalam Islam ini nggak ada," ungkap Ustaz Khalid Basalamah dalam video YouTube Denny Sumargo.

Siapa Ustadz Kholid Basalamah? Berikut profilnya lengkap:

Ustadz dengan nama lengkap Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A ini lahir di Kota Makassar pada tanggal 1 Mei 1975.

Dilihat dari nama belakangnya yang bermarga Basalamah, Ustadz Khalid merupakan seorang keturunan Arab yang berasal dari daerah Hadramaut, Yaman.

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Sebut Imsak Tidak Ada dalam Konsep Islam, Ini Jawaban Ulama Salaf

Pada tahun 1979 atau hanya berselang 4 tahun setelah beliau dilahirkan, ibu kandungnya meninggal dunia.

Kehilangan sosok ibunda tercinta di usia 4 tahun membuat beliau kemudian diasuh dan dibesarkan oleh nenek dan saudara-saudaranya yang lain di tengah keluarga besarnya.

Ustadz Khalid Basalamah adalah anak ke-4. Dua atau tiga tahun setelah ibundanya meninggal, ayahnya menikah lagi.

Ustadz Khalid menghabiskan masa kanak-kanaknya sejak lahir sampai kelas 2 SMP di Makassar layaknya anak-anak pada umumnya.

Selepas tamat SD, ayahnya menyekolahkan Ustadz Khalid SMP di pondok pesantren. Namun saat naik ke kelas 3 SMP tahun 1989, paman Ustadz Khalid mengirimnya ke Cairo, Mesir.

Saat baru tiba di Cairo, Ustadz Khalid kecil belum memahami Bahasa Arab dengan fasih seperti sekarang. Ketika baru tiba di bandara, beliau bingung dan tidak dapat membaca papan-papan billboard berbahasa Arab yang terpampang di mana-mana.

Pada bulan Oktober 1990, terdapat panggilan kepada Ustadz Khalid untuk melanjutkan pendidikan SMA ke Madinah. Maka Ustadz Khalid pun berangkat ke Madinah dalam rangka melanjutkan studi SMA dan S1-nya.

Baca Juga: Doa saat Terjadi Gempa Bumi, Insya Allah Anda Selamat!

Ustadz Khalid Basalamah menuturkan bahwa ia tidak merasakan kehidupan remaja yang ‘bebas’ seperti remaja lain yang biasa kita lihat. Hal ini dikarenakan di Madinah suasananya sangat kondusif untuk belajar. Hiburan pelajar di Madinah kala itu adalah lapangan olahraga di kampus dan Masjid Nabawi.

Berikut ini adalah riwayat pendidikan Ustadz Khalid Basalamah dari S1 sampai dengan S3:

S1 : Universitas Islam Madinah, Madinah (Jurusan Dakwah dan Ushuluddin tahun 1994-1998).

S2 : Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

S3 : Universitas Muslim Indonesia, Makassar bekerja sama dengan Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia.

Saat memulai kuliah S1, sebenarnya Ustadz Khalid lebih menyukai dan condong ke Jurusan Ilmu Hadist, namun dosennya lebih mengarahkan Ustadz Khalid untuk memilih Jurusan Dakwah dan Ushuluddin.

Di kampusnya kala itu terdapat 5 jurusan, di antaranya:

Jurusan Al-Qur’an (syaratnya harus hafal 30 juz)
Jurusan Ilmu Hadist
Jurusan Sastra Arab
Jurusan Syariah
Jurusan Dakwah dan Ushuluddin

Ustadz Khalid sangat gemar menghafal hadist-hadist karena ia merasa ilmu hadist dapat bermanfaat bagi dirinya. Karena kampusnya membolehkan memilih 2 jurusan untuk pertimbangan, akhirnya ia pun memilih Jurusan Hadist dan Jurusan Dakwah.

Setelah melalui tes, ternyata dosen pengujinya lebih merekomendasikan Ustadz Khalid untuk mengambil jurusan Dakwah. Padahal saat itu Ustadz Khalid belum berpikir untuk terjun ke dunia dakwah menjadi pendakwah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.