Ustadz Muhammad Abror: Beribadah dengan Memperhatikan Aspek Sosial di Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Kultum Ramadhan Akurat.co kembali menghadirkan seorang penceramah sekaligus seorang penulis, Ustadz Muhammad Abror, M.A. dalam episode ketujuh yang tayang pada Senin (18/3/2024). Pada tayangan tersebut Ustadz Abror membawakan tema “Beribadah Tanpa Mengganggu Orang Lain”.
Ustadz Abror menjelaskan bahwa setiap amalan yang dikerjakan pada bulan Ramadhan akan diganjar oleh pahala yang berlipat ganda. Hal ini kemudian menjadi motivasi bagi umat muslim untuk berlomba-lomba dalam berburu pahala. Tetapi menurutnya, sebagian orang justru beribadah dengan mengabaikan aspek sosial.
“Saya kadang menjumpai di desa, pernah menjumpai, ada mushola tadarus Al-Qur'an sampe larut malam gunakan volume suara yang tidak dikondisikan. Akhirnya apa? mengganggu orang sekitar yang sedang istirahat.” Ujar Ustadz Abror dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co, pada Senin (18/3/2024).
Baca Juga: Puasa dan Ekologi, Bulan Ramadhan Kesempatan untuk Lebih Memelihara Lingkungan
Tadarus Al-Qur’an memang menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan ketika bulan Ramadhan, tetapi pada pelaksanaannya harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat sekitar. Misalnya saja penggunaan pengeras suara ketika bertadarus dengan volume yang tidak dikendalikan akan mengganggu waktu istirahat masyarakat, sehingga penggunaan pengeras suara tersebut harus dikondisikan. Menurutnya beribadah harus tetap memperhatikan aspek-aspek sosial.
Selain kasus tadarus menggunakan pengeras suara yang tidak dikondisikan, terdapat juga kasus lain berkenaan dengan ibadah yang tidak ramah terhadap sosial. Kasus tersebut dapat ditemui dalam pelaksanaan shalat sunnah tarawih.
“Ketika bulan puasa, ada saja imam shalat tarawih yang apa, durasi tarawihnya terlalu lama. Ada juga yang tarawihnya terlalu cepat, sehingga mengabaikan tuma’ninah. Padahal tuma'ninah itu adalah rukun shalat, kalau rukun shalat tertinggal terlewat maka gak sah shalatnya. Ada lagi yang shalatnya lama banget, akhirnya apa? makmumnya pada kabur, baru satu hari dua hari karena tarawihnya terlalu lama.” Ujarnya.
Secara lebih lanjut, Dosen di Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta ini juga menuturkan kisah mengenai seseorang yang mengadu kepada Rasulullah SAW. Dikatakan bahwa seseorang tersebut mengaku tidak ingin melaksanakan shalat secara berjamaah lagi, sebab bacaan Imamnya yang panjang padahal makmumnya banyak yang telah merasa lelah setelah bekerja berat di siang hari.
Baca Juga: 3 Ceramah Singkat Bulan Puasa Ramadhan, Cocok untuk Kalangan Pemula Sampai Mahir
Dalam sebuah riwayat, jelas Ustadz Abror, Rasulullah kemudian marah kepada imam shalat yang diceritakan orang tadi. Rasulullah bahkan menyeru kepada masyarakat agar sesiapa saja yang menjadi imam untuk bersikap bijak dengan melihat kondisi makmumnya terlebih dahulu, barangkali ada orang yang sudah tua renta, orang yang sudah lemah, atau orang yang punya kepentingan yang harus diselesaikan setelah ini.
Selanjutnya sebelum menutup ceramahnya dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co, Ustadz Abror mengajak penonton untuk menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk berburu pahala dengan tetap memperhatikan kenyamanan sosial.
“Mari jadikan Ramadhan sebagai momen untuk menempa diri menjadi pribadi yang sholeh secara ritual dan shaleh secara sosial.” Tuturnya.
Tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co tayang setiap pukul 17.30 WIB dengan menghadirkan banyak penceramah. Program ini merupakan program hasil kerjasama antara Akurat.co dengan Jamkrindo serta ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Akurat.co
Profil Ustadz Muhammad Abror
Riwayat pendidikan:
- Alumni Ponpes Khas Kempek Cirebon
- Alumni Ma'had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta.
- Alumni program S2 di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pengalaman kerja:
- Dosen di Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta
- Founder Madrasah Baca Kitab (platform pembelajaran kitab kuning dan kajian keislaman)
- Penulis di kanal keislaman NU Online
- Tim Penulis Khutbah Jumat Kementerian Agama
Karya tulis:
- Penulis Buku “Ramadhan Terakhir”
- Penulis Buku "Nahwu Otodidak"
Ustadz Abror dapat ditemukan melalui laman Instagram resminya dengan nama @mochamad.abror.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










