Akurat

Ustadz Lufaefi Jelaskan Puasa dengan Kualitas Tinggi, Begini Tipsnya

Lufaefi | 13 Maret 2024, 18:44 WIB
Ustadz Lufaefi Jelaskan Puasa dengan Kualitas Tinggi, Begini Tipsnya

AKURAT.CO Pada hari kedua bulan suci Ramadhan, program Kultum Akurat.co menghadirkan Redaktur Kanal Keislaman Rahmah Akurat.co sekaligus Dosen STAI Nurul Iman Bogor, H. Lufaefi, M.Ag. sebagai pembicara.

Program Kultum Akurat.co disiarkan di kanal YouTube resmi Akurat.co. Program yang ditayangkan pada Rabu (13/3/23), Pukul. 17.30 WIB ini membawakan tema “Puasa untuk meniru sifat-sifat Allah”.

Da’i Nasional sekaligus Dosen tersebut menjelaskan jika kita wajib mengikuti puasa di bulan suci Ramadhan. Karena ibadah puasa merupakan ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT. Beliau juga menyebutkan pendapat para ulama mengenai pahala bagi orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan ini tidak diketahui oleh siapapun selain Allah SWT.

Baca Juga: Begini Bacaan Niat Puasa Ramadhan serta Waktu Membacanya

“Tetapi yang lebih penting daripada itu, alasan kita harus berpuasa karena kita adalah umat yang beragama, terutama beragama Islam atau umat muslim,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika definisi beragama menurut para ulama atau agamawan secara umum yaitu, sebagai upaya yang dilakukan umat Islam untuk meniru sifat-sifat Allah SWT dalam konteks agama Islam.

“Artinya orang yang beragama, dalam setiap aktivitas ibadahnya sudah seharusnya diniatkan dalam upaya untuk meniru sifat-sifat tuhan yang biasa dikenal dengan asmaul husna yang ada 99 sifat allah SWT,” ujarnya.

Dalam ceramah yang berjudul "Puasa untuk meniru sifat-sifat Allah", Ustaz Lufaefi, mengutip Hadits berikut: :

«تخلقوا بأخلاق الله

Artinya: "Berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah".

“Jika Allah SWT memiliki sifat al-wahhab atau pemberi, maka manusia juga harus memiliki sifat pemberi. Kalau Allah SWT memiliki sifat pemaaf, maka manusia juga dalam aktivitasnya harus memiliki sifat pemaaf,” pungkasnya.

Kemudian ustadz Lufaefi juga menjelaskan mengenai konteks orang yang berpuasa dalam meniru sifat-sifat Allah SWT. Yang pertama, salah satu kebutuhan manusia yang paling paling dasar adalah kebutuhan fisik.

“Misalnya setiap manusia pasti membutuhkan makan, minum, pasangan, dan lain sebagainya. Sementara Allah SWT sebagai zat yg maha kuasa tidak memiliki itu, Allah SWT sebagai zat yang maha segala-galanya tidak butuh makan, minum, serta pasangan,”jelasnya.

Baca Juga: Doa Puasa Hari Kedua, Supaya Dikaruniai Rezeki sebagaimana Rezeki Para Kekasih Allah

Pria yang merupakan alumni dari Universitas PTIQ Jakarta ini juga menguraikan jika dalam konteks berpuasa seperti meniru sifat Allah, bukan berarti kita meniru Allah sebagai tuhan. Tetapi meniru sifat Allah dalam berpuasa, manusia tidak makan, minum, dan tidak berhubungan suami istri.

“Yang kedua, Allah SWT memiliki sifat Al-Alim (maha mengetahui). Maka bagi orang yang berpuasa, sudah selayaknya harus meniru sifat ini. Misalnya orang yang berpuasa tidak boleh malas, bagi orang yang masih belajar tentu harus meniru sifat ini dengan terus belajar,” tegasnya.

Secara lebih lanjut, beliau menjelaskan belajar yang dimaksud yaitu tidak hanya belajar di sekolah atau madrasah. Tetapi juga mempelajari segala hal seperti bagaimana kondisi masyarakat, cara mendidik keluarga, serta mempelajari bagaimana lingkungan kerja dan lain sebagainya.

“Adalagi misalnya Allah SWT memiliki sifat Al-‘Afuw (maha pemaaf). Maka dalam konteks orang yang berpuasa sudah selayaknya harus memiliki sifat yg pemaaf. Kalau misalnya sedang bermain ada teman yang mencubit atau nakal atau lebih dari itu seperti mendzalimi dan memfitnah maka orang yang berpuasa harus meniru sifat Allah yaitu sifat pemaaf,” ungkapnya.

Da’i Nasional serta Redaktur Kanal Keislaman Rahmah Akurat.co ini juga menambahkan jika orang yang berpuasa tidak boleh memiliki sifat dendam atau pemarah dan tidak mau memaafkan. Selain itu, ia juga menjelaskan jika orang yang berpuasa harus memiliki sifat Al-Wahhab (maha pemberi).

“Maka orang yang berpuasa, harus memiliki sifat mudah memberi. Memberi dalam hal ini tidak hanya hal materi, tetapi bisa dalam bentuk apapun. Jika ia punya tenaga, ada orang yang lemah membutuhkan tenaganya. Maka ia harus memberikan tenaganya. Kalau ada orang lain yang membutuhkan kreatifitasnya sementara kita punya, kita juga harus bisa memberinya,” jelasnya.

Ustadz Lufaefi memberi kesimpulan jika orang yang berpuasa dengan kualitas puasa yang tinggi dan di atas rata-rata orang pada umumnya itu tidak hanya sekedar menahan makan, minum, dan menjauhi hubungan suami istri di siang hari. Tetapi juga harus meniru sifat-sifat Allah SWT dengan menjadi pribadi yang pemaaf, mudah memberi, serta selalu ingin tahu hal-hal positif.

Kultum Ramadhan Akurat.co yang menghadirkan banyak penceramah ini merupakan kerjasama antara Akurat.co dengan Jamkrindo. Program yang tayang selama bulan Ramadhan setiap pukul 17.30 WIB ini tayang di kanal YouTube resmi Akurat.co.

Profil Ustaz H. Lufaefi, M.Ag.

- Da'i Nasional
- Alumnus Ponpes Khas Kempek Cirebon
- Alumnus Universitas PTIQ Jakarta
- Redaktur Kanal Keislaman Rahmah Akurat.co
- Dosen STAINI Parung Bogor
- Penulis Buku "Nasionalisme Qur'ani"
- Penulis Buku "Mencintai Islam Mencintai Indonesia"
- Penulis Buku "Buanglah Khilafah Pada Tempatnya"
- Petugas Haji PPIH Arab Saudi 2023 Layanan Media Center Haji

Ustadz Lufaefi dapat ditemui dalam laman Instagram dengan nama akun "Lufaefi".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi