AKURAT.CO Sahur adalah salah satu amalan sunnah yang biasa dikerjakan saat Ramadhan. Perintah mengerjakan sahur dijelaskan dalam salah satu hadist yang berbunyi, Rasulullah bersabda, “Sahurlah kalian, karena dalam sahur tersebut terdapat keberkahan”.
Meski begitu, sahur bukan merupakan salah satu rukun puasa Ramadhan atau syarat sah puasa. Jadi jika kita tidak mengerjakannya, tidak akan membatalkan puasa.
Lalu bagaimana hukum sahur saat adzan subuh sudah berkumandang? Berikut penjelasannya!
Terdapat beberapa pendapat mengenai hal ini, dalam salah satu hadist riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ
“Jika salah seorang di antara kalian mendengar azan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai.”
Baca Juga: 5 Hal Ini Bisa Merusak Pahala Puasa, Nomor 3 Sering Dilakukan Muslim Tapi Banyak Tidak Merasa
Dari hadits di atas, Rasulullah SAW masih mengizinkan kita untuk makan dan minum hingga mendengar adzan subuh. Kita diizinkan makan dan minum jika masih ragu akan adzan yang dikumandangkan. Apakah adzan tersebut sudah tepat waktu atau belum.
Sebagai informasi tambahan, adzan yang dikumandangkan saat zaman Rasulullah ada 2 macam. Adzan pertama berfungsi untuk membangunkan orang agar menjalankan shalat malam. Sedangkan adzan kedua yaitu adzan subuh.
Hadits di atas bertentangan dengan ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT mengizinkan kita untuk makan sampai terbitnya fajar subuh. Jika adzan subuh sudah berkumandang dan yakin bahwa muadzin mengumandangkannya tepat waktu saat terbit fajar, maka kita tidak diperbolehkan makan dan lanjut berpuasa hingga waktu berbuka.
Berdasarkan hadits dan ayat Al-Qur’an tersebut, dapat disimpulkan jika sebaiknya kita berhati-hati saat makan mendekati waktu adzan. Ada baiknya jika kita mengakhiri makan saat waktu imsak atau 10 menit sebelum adzan berkumandang agar tidak menimbulkan keraguan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya









