Masih Bingung Siapa yang Akan Dipilih 14 Februari Mendatang? Begini Cara Islam Membantunya

AKURAT.CO Pada Rabu (14/2) Indonesia akan mengadakan pemilihan umum 2024. Masyarakat Indonesia diwajibkan memilih pemimpin negara dan daerah. Untuk mempermudah menentukan pilihan, terdapat salah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan yaitu salat istikharah.
Salat istikharah berguna untuk menentukan pilihan dengan cara yang bijak, tanpa adanya emosi dan ego, serta membantu kita agar tidak merasa bimbang. Melakukan salat istikharah dapat membantu kita untuk menenangkan diri dan memantapkan hati pada pilihan yang kita hadapi.
Selain untuk memantapkan pilihan, masih banyak manfaat yang bisa didapat jika kita melakukan salat istikharah diantaranya yaitu:
1. Menyerahkan hasil dari pilihan kepada Allah SWT
Salat istikharah merupakan salah satu bentuk ibadah untuk memohon petunjuk kepada Allah dan meminta kemantapan hati dalam segala pilihan. Maka dari itu, kita harus menyerahkan segala hasil yang kita pilih kepada Allah agar jalan kita selalu tepat dan diiringi keridhoan Allah SWT.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Ketum PP Muhammadiyah Sampaikan Pesan pada Publik dan Penyelenggara Pemilu
2. Memberikan kemantapan hati
Salat istikharah berfungsi untuk memberikan kita kemantapan hati atas pilihan yang telah kita tetapkan. Untuk pelaksanaanya, tidak hanya dilakukan dalam satu kali saja. Tetapi butuh untuk berkali-kali dalam melaksanakannya agar semakin yakin atas pilihan yang kita hadapi.
3. Ikhlas hanya pada Allah
Menunaikan salat istikharah adalah bentuk usaha agar kita ikhlas atas segala pilihan kita kepada Allah SWT. Karena jika kita ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memberikan solusi atas permasalahan yang menimpa kita dan mempermudah segala urusan hidup kita.
4. Dapat menenangkan diri
Saat kita menjalankan salat istikharah, kita bisa membuat pikiran yang sedang menyelimuti kita berubah menjadi ketenangan. Kita juga dapat terhindar dari sifat tergesa-gesa saat hendak mengambil keputusan.
Untuk tata cara pelaksanaa salat istikharah adalah sebagai berikut:
• Membaca niat shalat istikharah
• Takbiratul ihram, kemudian membaca doa iftitah
• Membaca surat Al Fatihah
• Membaca surat dari Al Qur’an, lebih utama Surat Al Kafirun
• Ruku’ dengan tuma’ninah
• I’tidal dengan tuma’ninah
• Sujud dengan tuma’ninah
• Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
• Sujud kedua dengan tuma’ninah
• Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
• Membaca surat Al Fatihah
• Membaca surat dari Al Qur’an, lebih utama Surat Al Ikhlas
Baca Juga: Sejarah Munculnya Tahun Hijriah: Perjalanan Penting dalam Kalender Islam
• Ruku’ dengan tuma’ninah
• I’tidal dengan tuma’ninah
• Sujud dengan tuma’ninah
• Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
• Sujud kedua dengan tuma’ninah
• Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
• Salam
• Lalu membaca doa istikharah
Niat Salat Istikharah
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa)
Artinya: Aku niat shalat sunnah istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala
Doa Istikharah
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
Arab-latin: Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudrotik, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘alaamul ghuyuub.
Alloohumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wayassirhu lii tsumma baariklii fiih.
Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdur lil khoiro haitsu kaana tsumma ardlinii.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










