AKURAT.CO Peristiwa Isra Mi'raj, yang merupakan perjalanan malam yang luar biasa bagi Nabi Muhammad SAW, dipenuhi dengan momen yang memukau dan menginspirasi.
Namun, di balik kilau gemilang cahaya surga dan kebesaran Allah yang diperlihatkan dalam peristiwa ini, terdapat juga kisah pedih dan sedih yang menggugah hati.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Masjidil Aqsa Palestina (Isra)
Kisah dimulai dengan Isra, perjalanan malam Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem Palestina. Namun, di balik keagungan perjalanan ini, terdapat penderitaan dan ujian yang mendalam bagi Rasulullah.
Ujian Keras di Awal Dakwah
Sejak awal dakwahnya, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada berbagai tantangan dan penderitaan. Dia dan para pengikutnya mengalami penindasan, boikot, serta penganiayaan yang tidak manusiawi. Di tengah penderitaan itu, Isra menjadi bentuk kelegaan dan penyegaran bagi beliau.
Baca Juga: Bacaan Doa Isra Mi'raj 27 Rajab 1445, Penuh Makna dan Ampunan Allah
Peristiwa Isra sebagai Pembuktian Kebesaran Allah
Meskipun Isra membawa kedamaian dan kenikmatan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW, peristiwa ini juga menjadi pembuktian kebesaran Allah serta kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Melalui pengalaman Isra, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, bahkan atas waktu dan ruang.
Kesedihan di Balik Keagungan Mi'raj
Pada perjalanan Mi'raj, Nabi Muhammad SAW mengalami pengalaman yang mengagumkan ketika dia dinaikkan ke langit-langit yang tinggi. Namun, di tengah keindahan dan keagungan langit, terdapat momen yang menggetarkan hati Nabi.
Kesedihan Melihat Penderitaan Umatnya
Saat melintasi lapisan langit, Nabi Muhammad SAW disaksikan berbagai pemandangan yang memilukan, seperti api neraka dan siksaan bagi orang-orang yang berdosa. Melihat penderitaan umatnya, Nabi tidak dapat menahan air matanya. Kesedihan beliau menjadi tanda keprihatinan yang mendalam terhadap umat manusia.
Doa dan Harapan Bagi Umat
Di tengah kesedihan itu, Nabi Muhammad SAW mendoakan umatnya, memohon ampunan dan rahmat Allah untuk mereka. Meskipun beliau merasakan beban kesedihan yang mendalam, namun doa dan harapan beliau menjadi tanda kekuatan dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian.
Pelajaran dari Kisah Pedih ini
Kisah pedih dan sedih di balik peristiwa Isra Mi'raj mengajarkan kita tentang belas kasihan, kepedulian, dan keteguhan hati dalam menghadapi penderitaan. Meskipun Nabi Muhammad SAW mengalami kesedihan yang mendalam, beliau tetap berusaha untuk memberikan harapan dan doa bagi umatnya.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa di balik kebesaran dan keagungan, terdapat juga kepedihan dan penderitaan yang menjadi bagian dari pengalaman hidup manusia. Namun, dengan keyakinan dan keteguhan hati, kita dapat menghadapi setiap ujian dengan sikap yang tegar dan penuh harapan akan rahmat Allah.
Baca Juga: 5 Hikmah Peringatan Isra Mi'raj dalam Kehidupan Sehari-hari