Ketua KPU Sebut Ayat Al-Quran Pada Debat Pamungkas, Ini Bacaan Arab dan Tafsirnya

AKURAT.CO Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyebut ayat di Al-Quran terkait kekuasan dalam pembukaan acara debat kelima Capres di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Ia mengutip ayat Al-Quran Surat Sad ayat 35. Hasyim menjelaskan inti surat tersebut yakni mengingatkan kepada umat sebelum berkuasa dan memimpin negeri harus diawali dengan mohon ampunan kepada Sang Pencipta.
"Supaya dalam memimpin dimulai dari hati yang bersih, niat yang iklas dan tulus hanya dalam rangka mencari rida dan rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar Hasyim saat membuka acara debat terakhir capres, Minggu (4/2/2024).
Baca Juga: Doa Raffi Ahmad untuk Ria Ricis yang Sedang Dilanda Urusan Rumah Tangga
Surah Shad Ayat 35:
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ ٣٥
Qâla rabbighfir lî wa hab lî mulkal lâ yambaghî li'aḫadim mim ba‘dî, innaka
antal-wahhâb
Dia berkata, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.
Tafsir Surah Shad Ayat 35:
Tafsir Al Mukhtasar
Sulaiman berkata, “Wahai Rabbku! Ampunilah dosa-dosaku, dan berilah aku satu kerajaan yang spesial untuk diriku yang tidak bisa dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkau ya Rabbi pemilik karunia yang melimpah dan anugerah yang besar.”
Tafsir Nafahat al-Makkiyah
Surat Shad ayat 35: (Ia berkata, "Ya Rabbku! Ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut dimiliki) maksudnya, belum pernah dimiliki (oleh seorang jua pun sesudahku) artinya, yang tidak layak dimiliki oleh orang selainku. Pengertian ungkapan ini sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya yang lain, yaitu, 'Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah?' (Q.S. Al-Jatsiyah, 23) yakni selain Allah (sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.")
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






