Viral Dugaan Raffi Ahmad Tersangkut Kasus Pencucian Uang, Bolehkah Berprasangka Buruk Pada Orang Lain dalam Islam?

AKURAT.CO Sultan Andara sekaligus presenter terkenal Raffi Ahmad diduga terlibat dalam kasus pencucian uang. Dugaan ini muncul setelah Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna, memberikan keterangan melalui akun media sosial resmi Nasional Corruption Watch.
Dengan beredarnya isu ini, banyak netizen yang percaya hingga berprasangka buruk kepada Raffi Ahmad. Hal ini karena netizen menganggap tidak wajar jika dalam jangka 2 tahun terakhir, kekayaan yang dimiliki Sultan Andara ini naik secara drastis.
Lalu bolehkan berprasangka buruk atau suudzon pada orang lain dalam agama Islam?
Dalam ajaran Islam, suuzan dianggap sebagai tindakan yang sangat buruk karena dapat merusak hubungan antar manusia. Tidak hanya itu, dengan berprasangka buruk terhadap orang lain bisa memperburuk keadaan seseorang jika ternyata dia tidak bersalah.
Baca Juga: Larangan Perbuatan Kekerasan Seksual dalam Perspektif Islam
Larangan ini tercantum dalam ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
اِجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” (QS. Al-Hujuraat: 12).
Dari ayat di atas, jelas bahwasannya Allah SWT melarang hambanya untuk suuzan kepada orang lain, karena itu merupakan perbuatan tercela. Apalagi jika hal yang kita pikirkan tidak sesuai dengan kenyataannya, maka hal tersebut akan menjadi fitnah.
Agama Islam mengajarkan kita supaya berhati-hati dalam mengambil kesimpulan dan selalu mencari kebenaran sebelum kita berprasangka buruk kepada seseorang. Hal ini bahkan dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an yang berisi:
يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَٰلَةٍ
Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya,” (Surat Al-Hujurat ayat 6).
Maka dari itu, ada baiknya sebelum kita menyampaikan atau menerima suatu berita kita harus mencari bukti terlebih dahulu. Cara ini harus dilakukan agar tidak menimbulkan fitnah dan merugikan orang yang bersangkutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 5ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 6Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor
- 9Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla
- 10Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler









