Akurat Logo

Prabowo Ungkap Alasan TNI Perlu Diperkuat: Ada 514 Kabupaten

Moehamad Dheny Permana | 17 September 2026, 07:30 WIB
Prabowo Ungkap Alasan TNI Perlu Diperkuat: Ada 514 Kabupaten
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga ke berbagai daerah.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar sistem pertahanan dan keamanan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Prabowo mengatakan luas wilayah Indonesia dan jumlah penduduk yang besar membutuhkan kekuatan pertahanan yang tersebar secara merata.

Ia menyoroti keberadaan 514 kabupaten yang menurutnya memiliki wilayah cukup luas.

"Negara kita ini besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupaten itu besar. Bukan kabupaten yang kecil-kecil, kabupaten itu besar," ujar Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026).

Prabowo kemudian menggambarkan keterbatasan jumlah batalion dibandingkan dengan jumlah kabupaten di Indonesia.

Jika satu batalion ditempatkan di setiap kabupaten, kata dia, masih terdapat lebih dari 360 kabupaten yang belum memiliki kehadiran satuan TNI.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penambahan kekuatan TNI agar kehadiran unsur pertahanan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Ia juga mengaitkan penguatan kehadiran aparat dengan pengawasan terhadap kekayaan alam Indonesia.

Menurutnya, keterbatasan pengawasan di sejumlah wilayah turut membuka ruang bagi berbagai aktivitas ilegal.

"Padahal di situ ada kekayaan kita. Karena itulah, selama sekian puluh tahun, terjadilah illegal logging, illegal mining, kebun-kebun liar," ungkapnya.

Prabowo mencontohkan keberadaan perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan lindung yang menurutnya dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penindakan.

Baca Juga: Danantara Selamatkan Proyek LRT City

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.