Akurat

Larangan Politik Identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, Umat Islam Wajib Baca Agar Tidak Tertipu

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Desember 2023, 16:33 WIB
Larangan Politik Identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, Umat Islam Wajib Baca Agar Tidak Tertipu

AKURAT.CO Politik identitas menjadi isu yang semakin mencuat dalam berbagai masyarakat, termasuk dalam konteks politik.

Namun, dalam Islam, terdapat larangan terhadap pemisahan dan polarisasi berdasarkan politik identitas tertentu.

Artikel ini akan mengeksplorasi larangan politik identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi.

Prinsip Kesetaraan dalam Islam:

Al-Quran menekankan prinsip kesetaraan antara manusia. Surah Al-Hujurat (49:13) menyatakan bahwa perbedaan suku, etnis, atau warna kulit tidak menjadikan seseorang lebih mulia di hadapan Allah, melainkan ketaqwaan yang menjadi ukuran.

Baca Juga: 3 Ayat Al-Quran tentang Mulianya Peran Ibu, Cocok Dibaca di Hari Ibu

Larangan Memecah-Belah Umat:

Nabi Muhammad SAW melarang pemecahan umat berdasarkan faktor identitas. Hadits Riwayat Abu Daud menyatakan bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa yang menyebut-nyebut perkara Jahiliyah atau membela kebangsaannya, maka hendaklah dia tidur tanpa ada bagian dalam Islam" (Abu Daud).

Penolakan Diskriminasi:

Al-Quran menegaskan penolakan terhadap diskriminasi dan ketidakadilan. Surah Al-Ma'idah (5:8) mengajarkan untuk berdiri teguh dalam keadilan, bahkan jika hal itu melibatkan keluarga sendiri.

Kewajiban Persatuan Umat:

Islam menekankan persatuan umat sebagai prioritas utama. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan, "Umatku tidak akan bersatu dalam kesalahan." Mendorong persatuan dalam kebenaran dan menghindari perpecahan berdasarkan identitas.

Toleransi Antar-Kelompok:

Islam menganjurkan toleransi dan saling menghormati antar-kelompok. Surah Al-Baqarah (2:256) menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama, menggarisbawahi kebebasan memilih keyakinan.

Baca Juga: Doa Agar Dipermudah dalam Menghadapi Kesulitan, Insya Allah Maqbul

Penegasan Nilai Universal:

Al-Quran menegaskan nilai-nilai universal yang melampaui batas-batas identitas. Surah Al-An'am (6:141) mengingatkan tentang kesatuan prinsip-prinsip halal dan haram yang berlaku bagi seluruh umat.

Dari Al-Quran dan Hadits Nabi, jelas tergambar larangan terhadap politik identitas. Islam menekankan persatuan, kesetaraan, dan penolakan terhadap perpecahan berdasarkan faktor-faktor tertentu.

Dengan memahami prinsip-prinsip ini, umat Muslim dihimbau untuk menjauhi politik identitas dan mengutamakan persatuan dalam kebenaran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.