Pemimpin Yang Adil Dalam Al-Quran, Bisa Dicontoh Oleh Calon Presiden 2024 Nih!

AKURAT.CO Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi seorang pemimpin yang adil. Yakni, sebagai figur sentral dalam masyarakat dan organisasi, dan memegang peran krusial.
Dalam pandangan Islam, pemimpin dikenal sebagai ulul amri, dengan tanggung jawab dan kewajiban besar terhadap umatnya. Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW secara tegas menyoroti pentingnya peran kepemimpinan.
Dikutip dari NU Online, Rasulullah SAW bersabda bahwa kelak pada hari kiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada tujuh (golongan) orang.
Baca Juga: Calon Pemimpin Wajib Tahu, Berikut Fatwa MUI Tentang Keharaman Ingkar Janji
Salah satunya adalah seorang pemimpin yang adil sebagaimana dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a:
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ
Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah (pada hari kiamat) di mana pada hari itu tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Salah satu dari ketujuh orang tersebut adalah pemimpin yang adil."
Hadist tersebut menyiratkan bahwa pemimpin yang berlaku adil akan meraih kasih sayang Allah SWT, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Kepemimpinan yang adil menjadi kunci bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
Seorang pemimpin yang adil dapat menjamin kedamaian dalam masyarakat, sementara sebaliknya, pemimpin yang tidak berlaku adil atau zalim kehilangan dukungan dan legitimasi, mengakibatkan kemungkinan ketidakstabilan dan perlawanan dari rakyatnya.
Baca Juga: Prof Quraish Shihab Jelaskan Beda Yahudi, Bani Israil Dan Zionis Dalam Al-Quran
Allah SWT dalam Surah Al Maidah, ayat 8, berfirman:
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Artinya: "Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat kepada ketakwaan kepada Allah."
Ayat tersebut menegaskan bahwa prinsip keadilan tidak boleh bersifat selektif. Tidaklah sah jika seseorang hanya bertindak adil terhadap diri sendiri dan keluarga, sementara menunjukkan ketidakadilan terhadap orang lain.
Dalam konteks Islam, keadilan ditegakkan untuk semua, tanpa memandang latar belakang keturunan, suku, atau golongan.
Rasulullah SAW mencontohkan prinsip ini dalam menyelesaikan konflik antarsuku yang hampir berujung pada pertumpahan darah, menjadikan keadilan sebagai landasan penyelesaian.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









