Akurat

Quraish Shihab Respons Fatwa Boikot MUI: Harus Berfikir, Ini Yang Diboikot, Ini Yang Tidak

Lufaefi | 17 November 2023, 09:15 WIB
Quraish Shihab Respons Fatwa Boikot MUI: Harus Berfikir, Ini Yang Diboikot, Ini Yang Tidak

AKURAT.CO - Quraish Shihab respons fatwa boikot Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta agar umat Islam berhenti membeli produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.

Ketentuan ini viral dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Hingga akhirnya Quraish Shihab respons fatwa boikot MUI yang hingga kini masih diperbincangkan di jagat maya.

Quraish Shihab Respons Fatwa Boikot MUI sebagaimana pernyataannya dalam video yang ditayangkan akun YouTube Bayt Al-Quran, Rabu (14/11/2023).

Baca Juga: Muhammadiyah Dukung Kejahatan Kriminal Yang Dilakukan Penjajah Israel Diadili Di Pengadilan Internasional

Dalam merespon konflik Israel dan Palestina, Quraish Shihab mempertanyakan, apa yang bisa kita lakukan? Mau ke sana bawa senjata? Gak usah. Yang pertama, kata beliau, yang paling gampang, yang paling gampang kita doa.

Penulis Tafsir Al-Mishbah itu juga menceritakan adanya seseorang yang merasa produknya diboikot dalam konteks ini.

"Pak Quraish, saya diboikot, 60 persen penjualan saya menurun. Saya itu beri gaji orang-orang Muslim. Bahan-bahan yang saya buat itu dari bahan-bahan yang ada dalam negeri, apa saya juga harus diboikot?" Quraish menjelaskan.

Ia menyebut adanya kasus demikian merupakan problem. Ia memberi komentar harusnya MUI yang mengeluarkan fatwa itu berfikir, menentukan ini yang diboikot dan ini yang tidak.

Baca Juga: Alasan Abu Ubaidah Ditakuti Oleh Tentara Zionis, Bikin Warga Palestina Tidak Gentar Dengan Serangan Israel

Ayah dari Najwa Shihab itu juga memberi masukan bahwa harusnya boikot itu kepada produk yang jelas-jelas membantu Israel. Yang tidak, kita harus berhenti memboikotnya.

“Tetapi boikot perlu, dan banyak yang perlu diboikot. Hanya saja kita perlu teliti, apakah (produk) ini tidak (perlu diboikot),” katanya lagi.

“Memang pasti ada kerugian. Tapi itulah risikonya berjuang. Orang di sana itu mati. Bayangkan itu, ibu-ibu, anaknya, cucunya, mati bergelimpangan di jalan. Perjuangan. Di mana solidaritas kemanusiaan kita? Saya tidak berkata solidaritas keislaman kita, manusia,” tutup beliau.[]

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.