Akurat

5 Cerita Humor Gus Dur Terpopuler Dan Terngakak, Masih Lucu Dikenang Sampai Sekarang

Shalli Syartiqa | 1 November 2023, 20:15 WIB
5 Cerita Humor Gus Dur Terpopuler Dan Terngakak, Masih Lucu Dikenang Sampai Sekarang

AKURAT.CO- KH Abdurrahman Wahid yang populer dengan sebutan Gus Dur, adalah Presiden Republik Indonesia yang menjabat sebagai kepala negara keempat.

Walaupun masa pemerintahannya singkat, Gus Dur tetap diingat dan dikenang oleh banyak orang. Di masyarakat Indonesia, Gus Dur terkenal dengan kehumorannya.

Gus Dur dianggap sebagai sosok yang tidak kaku dan seringkali menghadirkan suasana candaan dalam kesibukannya.

Berikut 5 Humor Gus Dur yang masih lucu dan diingat sampai sekarang:

1. Gus Dur dibohongi

Gus Dur memiliki kebiasaan tidur larut hingga pukul 01.00 WIB dan sering kali menanyakan waktu kepada keluarganya atau pengawalnya di malam hari dengan pertanyaan, "Pukul berapa sekarang?" Jika jawaban yang diterima belum mencapai waktu tidurnya, beliau akan terus terjaga.

Untuk membantu Gus Dur agar tidur lebih awal dan menjaga kesehatannya, keluarganya membuat kesepakatan rahasia.

Ketika Gus Dur bertanya jam berapa, semua orang di sekitarnya secara bersamaan menjawab, "Jam satu," meskipun sebenarnya belum waktunya.

Tindakan semacam ini berulang beberapa kali sebelum akhirnya Gus Dur menyadari adanya konspirasi tersebut.

"Wah, selama ini saya dikibulin," ungkap Gus Dur.

Tanpa sepengetahuan keluarganya, Gus Dur kemudian membeli jam tangan yang dapat menghasilkan suara ketika tombolnya ditekan.

Suatu malam, sekitar pukul 23.00, Gus Dur bertanya, "Sudah jam berapa sekarang?"

"Jam satu, Gus!" jawab semua orang.

Dengan senyum tersungging di wajahnya, Gus Dur kemudian menekan tombol jam tangannya dan jam tersebut dengan suara jelas menyatakan "Sekarang jam 11 malam," dalam bahasa Inggris.

2. Becak tidak boleh masuk

Presiden Gus Dur pernah menceritakan kepada salah satu menterinya, yaitu Mahfud MD tentang seorang warga Madura yang sangat cerdik.

Kisah dimulai ketika seorang tukang becak asal Madura tertangkap oleh seorang polisi saat memasuki area yang memiliki larangan tertulis, "becak dilarang masuk"

Polisi segera menghampiri tukang becak yang melanggar aturan tersebut.

"Kamu tidak melihat gambar itu? Di sana tertulis 'becak dilarang masuk'," teriak polisi.

"Oh, saya melihat, Pak. Tetapi gambarnya hanya menunjukkan becak kosong tanpa penumpang. Becak saya memiliki penumpang, jadi saya pikir boleh masuk," jawab santai tukang becak.

"Kamu bodoh, tidakkah kamu bisa membaca? Di bawah gambar tersebut ada tulisan yang jelas, 'becak dilarang masuk!'" jelas polisi dengan emosi.

"Maaf, Pak, saya tidak bisa membaca. Kalau saya bisa membaca, tentu saya tidak akan menjadi tukang becak seperti sekarang, saya mungkin akan menjadi polisi seperti Pak," jawab tukang becak dengan cengengesan.

Cerita ini menggambarkan betapa cerdiknya tukang becak Madura dalam menanggapi situasi tersebut.

3. Gus Dur sakit gigi

Dalam beberapa hari terakhir, Gus Dur telah menderita sakit gigi yang sangat mengganggu. Ia merasa tidak nyaman saat duduk, berbicara dan mendengarkan musik.

Gus Dur kemudian mengutip lirik lagu dangdut yang mengatakan, "Siapa bilang sakit hati lebih berat daripada sakit gigi,"

"Benar, Gus, jadi lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, bukan?" tanya seorang stafnya.

"Tapi lebih baik lagi jika saya hanya sakit hati," ucap Gus Dur tegas.

Ketika ditanya mengapa, Gus Dur menjelaskan, "Karena sekarang ini saya sedang menderita sakit gigi...!" dengan nada yang agak keras.

Staf Gus Dur memahami pesan tersebut dan tidak bertanya lebih lanjut.

4. NU lama atau NU baru

Suatu hari selama Bulan Ramadan, Gus Dur berkunjung ke rumah Presiden Soeharto untuk berbuka puasa bersama. Ia datang dengan didampingi oleh Kiai Asrowi.

Setelah berbuka dan menjalankan salat maghrib bersama, Gus Dur berencana untuk pergi ke tempat lain dan tidak akan ikut salat tarawih bersama di rumah Soeharto.

Presiden Soeharto kemudian meminta agar Kiai Asrowi tetap tinggal dan memimpin salat tarawih bersama di rumahnya.

Gus Dur setuju dengan permintaan tersebut, tetapi ia menyarankan agar Soeharto memberitahu Kiai Asrowi apakah mereka akan melaksanakan salat tarawih dengan metode NU Lama atau NU Baru.

Soeharto mengakui ketidaktahuannya mengenai perbedaan antara NU Lama dan NU Baru.

"Bagaimana jika menggunakan metode NU Lama?" tanya Soeharto kepada Gus Dur.

"Dalam metode NU Lama, salat tarawih dan witir terdiri dari 23 rakaat," jawab Gus Dur dengan tegas.

Soeharto juga menanyakan tentang metode NU Baru.

"Dalam metode NU Baru, kita dapat melakukan diskon 60 persen, sehingga salat tarawih dan witir hanya terdiri dari 11 rakaat," tambah Gus Dur dengan nada santai.

5. Harimau baca doa makan

Gus Dur mengisahkan sebuah cerita lucu kepada para pastor di Semarang.

"Ada seorang pastor yang memiliki kebiasaan aneh, yaitu berburu binatang buas," katanya.

Setiap hari Minggu setelah selesai misa, pastor itu pergi ke hutan.

Di hutan, ia menemukan seekor harimau. Tanpa ragu, pastor itu menembak harimau tersebut.

Namun, tembakannya meleset dan harimau justru mulai mengejar pastor. Pastor itu segera berlari terbirit-birit.

Namun, dalam pelariannya, ia tiba-tiba menemukan dirinya berhadapan dengan jurang yang sangat dalam.

Ia tidak memiliki pilihan selain berhenti. Ia pasrah dan berlutut, mengetahui bahwa harimau tersebut akan menyerangnya.

Dengan jantung berdebar kencang, pastor itu mengangkat kedua tangannya sambil berdoa dan menutup matanya. Ia berdoa dengan penuh ketakutan dan panik.

Yang mengejutkan, setelah beberapa saat, ia membuka mata dan melihat bahwa harimau tersebut berdiri di sampingnya mengangkat kedua kaki depannya seolah-olah sedang berdoa.

"Mengapa kamu tidak menyerang saya? Malah ikut-ikutan berdoa," tanya pastor heran.

"Saya sedang berdoa, berdoa sebelum makan!" jawab harimau dengan tenang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.