Mengenal Yaumul Hisab, Hari Perhitungan Amal Manusia Di Hari Kiamat

AKURAT.CO, Hisab di Hari Kiamat adalah proses perhitungan dan penghitungan amal perbuatan manusia oleh Allah SWT pada hari pembalasan akhirat. Ini adalah konsep penting dalam ajaran Islam tentang hari kiamat. Pada saat Hisab, setiap individu akan diminta pertanggungjawaban atas semua perbuatan baik dan buruk yang telah dilakukan selama hidupnya.
Dalam Islam, amal perbuatan seseorang akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid yang selalu mendampingi manusia sepanjang hidupnya. Pada Hari Kiamat, buku catatan amal tersebut akan diserahkan kepada individu masing-masing. Mereka akan dihadapkan pada Allah untuk dihisab, di mana segala tindakan, perkataan, dan niat mereka akan diperiksa dengan adil.
Hasil Hisab di Hari Kiamat akan menentukan nasib akhir seseorang, apakah akan masuk surga atau neraka. Ini adalah momen penting dalam keyakinan Islam yang mengingatkan umat Islam untuk selalu melakukan amal baik, berlaku adil, dan berpegang teguh pada ajaran agama mereka.
Baca Juga: Masya Allah, ini Orang-orang yang Kelak di Hari Kiamat Bebas dari Hisab
Pada Hari Kiamat, suasana akan sangat solennya. Manusia akan berdiri di hadapan Allah SWT, tanpa ada yang bisa menyembunyikan apapun dari-Nya. Setiap detail kecil dalam hidup mereka akan diungkapkan, termasuk perbuatan tersembunyi dan niat di dalam hati. Ini adalah momen ketika keadilan Allah akan ditegakkan dengan sempurna.
Hisab juga akan mencakup pertanggungjawaban atas penggunaan nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada manusia selama hidupnya, seperti waktu, kesehatan, dan kekayaan. Individu akan diminta pertanggungjawaban atas bagaimana mereka menggunakan nikmat-nikmat tersebut untuk kebaikan atau keburukan.
Hasil Hisab akan sangat penting karena akan menentukan apakah seseorang akan masuk surga, tempat kebahagiaan abadi, atau neraka, tempat penderitaan yang tak berkesudahan. Ini adalah momen yang menegangkan dan mengingatkan manusia tentang pentingnya hidup dengan penuh kesadaran akan akibat perbuatan mereka.
Oleh karena itu, agar manusia senantiasa melakukan amal baik, bertaubat dari dosa, dan berusaha hidup sesuai dengan ajaran agama untuk memastikan kelak, saat Hisab di Hari Kiamat tiba, mereka mendapatkan ganjaran yang baik dari Allah SWT.
Baca Juga: 5 Keutamaan Salat Jama'ah, Berpahala 27 Derajat Hingga Masuk Surga Tanpa Hisab
Pada Hari Kiamat yang menakutkan, manusia berdiri dalam barisan yang tak terhitung jumlahnya. Matahari didekatkan oleh Allah sehingga menjadikannya sangat dekat, menyebabkan panas yang luar biasa. Orang-orang terdesak dalam keringat dan kecemasan.
Malaikat-malaikat yang besar dan menakutkan dengan buku catatan amal masing-masing menghampiri setiap individu. Mereka membuka buku-buku itu, tidak ada yang tertinggal, baik yang besar maupun yang kecil. Setiap kata yang pernah diucapkan, setiap tindakan yang pernah dilakukan, bahkan pikiran yang tersirat dalam hati seseorang, semuanya terungkap.
Saat itulah, orang-orang merasa sungguh terpaku dan tak bisa berkata-kata. Mereka hanya bisa menyaksikan proses Hisab yang adil dan tidak terhindarkan itu. Setiap perbuatan baik akan memberikan rasa lega, sementara dosa-dosa yang terlupakan akan mengejutkan. Orang-orang berharap pada rahmat Allah dan mengenang kesalahan mereka, berharap atas pengampunan-Nya.
Hasil Hisab akan memberikan akhir yang abadi, entah itu surga yang indah dengan nikmat yang tiada tara atau neraka yang penuh penderitaan. Semua itu adalah refleksi dari perbuatan dan niat mereka selama hidup di dunia.
Hari Kiamat adalah pengingat yang kuat bagi semua manusia untuk selalu hidup dengan integritas, kebaikan, dan kesadaran akan Allah. Karena pada saat itulah, semua rahasia akan terungkap, dan setiap jiwa akan mendapatkan apa yang sebenarnya layaknya.
Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









