Akurat

Belajar Dari Surat Al-Kahfi, Pentingnya Memiliki Lingkungan Yang Baik

| 6 April 2023, 15:10 WIB
Belajar Dari Surat Al-Kahfi, Pentingnya Memiliki Lingkungan Yang Baik

AKURAT.CO  Dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 28 sampai 30, yang berbunyi:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًاوَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًااِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ مَنْ اَحْسَنَ عَمَلًاۚ

Artinya: “Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek. Sesungguhnya mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.” (QS. Al-Kahfi: 28-30)

Al Kahfi adalah salah satu surat Al-Quran yang membahas secara luas tentang Keesaan Tuhan dan ayat 28-30 memberi tahu kita bahwa Akhirat itu nyata dan kita diperintahka untuk meyakini bahwa agama Islam yang kita pegang adalah sebuah pilihan. Memilih atas apa yang telah diperintahkan dan dilarang oleh Allah, segala ketentuan yang kita pilih tersebut pasti aka nada konsekuensinya kelak.

Dalam ketiga ayat surat al-kahfi tersebut, memiliki isi dan makna yang dapat kita orang mukmin ambil pelajaran darinya. Memetik hikmah agar dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, yang nantinya membawa kita pada keridhoan Allah SWT atas Tindakan kita tersebut. Berikut pelajaran yang dapat kita ambil dan terapkan dari tiga ayat surat Al-Kahfi di atas.

Tetap Berada Pada Lingkungan yang Baik

Dan bersabarlah dengan mengelilingi diri Anda dengan teman-teman yang berdoa kepada Tuhan, mencari ridha-Nya. Dan jangan berpaling dari mereka dengan keinginan akan daya tarik kehidupan dunia ini. Kata-kata ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi menyimpan pelajaran bagi kita semua. Kita sebagai kaum mukmin bisa mengambil pelajaran darinya.

Seseorang dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Jadi membuat lingkungan yang baik yaitu dengan mencari dan mempertahankan teman-teman yang baik juga. bersama mencari jalan Allah SWT, dengan beribadah dengan mengamalkan kebaikan lainnya. Membangun ingkungan pertemanan dengan memiliki tujuan yang sama dan bagi seorang mukmin tujuan utamanya adalah kesuksesan di akhirat.

Jangan terganggu oleh keinginan duniawi. Kekayaan dari hasil yang buruk dan kegilaan atas hormat adalah dua hal yang orang perjuangkan tanpa ampun untuk dicapai, namun itu hanyalah gangguan. Kita tahu bahwa tujuan hidup adalah untuk menyembah Allah SWT dan menerapkan segala ketentuanNya dalam setiap aspek kehidupan kita. Mengejar hal-hal duniawi tanpa henti atau ketenaran yang dipertanyakan dapat memuaskan keinginan manusia tetapi itu menjauhkan kita dari mengingat Allah.

Berteman dengan mereka yang menjadikan Allah SWT sebagai prioritas hidup merupakan kebijakan yang baik sebab menjadikan manfaat hubungan kita dengan Allah SWT bisa lebih kokoh. Nabi Muhammad SAW berkata:

“Mukmin bagi mukmin itu seperti bangunan yang kokoh, satu bagian menopang bagian lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Peringatan Keras

Allah mengatakan kepada umat manusia, kebenaran itu jelas, Aku (Tuhan) telah mengungkapkannya dan menjelaskannya kepadamu. Mereka yang ingin percaya dapat melakukannya, dan mereka yang ingin mengabaikannya juga dapat melakukannya. Setiap orang telah diberi kehendak bebas untuk memilih tetapi pada saat yang sama seseorang bertanggung jawab atas pilihan yang dibuatnya.

Allah memberikan peringatan keras kepada kita dengan menyebutkan Neraka yang telah disediakan bagi orang-orang yang zalim. Neraka adalah tempat yang mengerikan di mana mereka yang meminta bantuan akan diberi air seperti minyak mendidih. Itu adalah minuman yang mengerikan dan itu adalah tempat yang sangat menyakitkan untuk selama-lamanya.

Ketika Tuhan menggambarkan Neraka dan kehidupan di dalamnya, diharapkan umat manusia akan melihatnya sebagai peringatan. Inilah yang menanti Anda jika Anda menolak untuk mematuhi perintah-perintah Allah.

Tuhan berkata perhatikan, lindungi dirimu dan minta pengampunan. Minuman yang mengerikan di tempat yang menyakitkan adalah janji dari Tuhan bagi mereka yang gagal menerima tawaran pengampunan-Nya. Bertobatlah, berikrar untuk menjauhi perbuatan dosa dan berusaha memperbaiki statusmu di hadapan Tuhan.

Tidak Ada Kebaikan yang Terbuang

Namun sebaliknya, mereka yang beriman dan beramal saleh akan menemukan akhirat yang sangat berbeda menanti mereka. Sesuatu yang lebih bahagia daripada yang bisa dibayangkan manusia. Tuhan menyatakan secara spesifik dan tegas bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan suatu perbuatan baik menjadi sia-sia.

Di antara nama-nama Tuhan kita dapat menemukan 'Yang Maha Menghargai', Dia menghargai setiap usaha kecil yang kita lakukan untuk menjadi orang baik. Perbuatan sekecil apapun tidak dilupakan. Tuhan bahkan menghargai ketika kita memutuskan untuk tidak melakukan perbuatan buruk. Inilah yang dikatakan Nabi Muhammad tentang penghargaan Tuhan atas perilaku dan tindakan kita yang benar:

Allah telah mencatat perbuatan yang baik dan yang buruk. Barangsiapa yang meniatkan suatu kebaikan dan belum melakukannya, Allah mencatatnya sebagai kebaikan yang sempurna, tetapi jika ia telah meniatkannya dan telah melakukannya, Allah menuliskannya dari sepuluh kebaikan menjadi tujuh ratus kali lipat, atau banyak. waktu habis. Akan tetapi jika dia berniat buruk dan tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai kebaikan yang sempurna, tetapi jika dia berniat dan telah melakukannya, Allah mencatatnya sebagai satu perbuatan buruk. (Al-Bukhari dan Muslim)

Seorang pria sedang berjalan di sepanjang jalan dan menemukan cabang berduri menghalangi jalan sehingga dia memindahkannya. Tuhan menghargai itu dan memaafkannya. (Muslim)

Ayat-ayat penting ini mengingatkan kita untuk mengelilingi diri kita dengan orang-orang baik; orang-orang yang mengingat Tuhannya di pagi dan sore hari. Rekan kita hendaknya mendorong dan mengilhami kita untuk berdoa dan menjadi dermawan. Mereka harus menginspirasi kita untuk berbuat lebih banyak dan berbuat lebih baik, dan kita, pada gilirannya, harus mendorong orang lain juga.

Ingatlah bahwa Allah mengetahui dan menghargai perilaku saleh kita dan segala upaya yang kita lakukan untuk menyenangkan Dia. Bahkan upaya terkecil untuk berbuat lebih baik tidak akan dilupakan. Ingatlah juga bahwa kita telah diperingatkan; mengabaikan perintah Tuhan akan membawa konsekuensi yang tak tertahankan. Kita memilih kehidupan yang kita miliki di akhirat.[]

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.