Akurat

Sholat Tarawih yang Benar 8 atau 20 Rakaat?

Lufaefi | 19 Februari 2026, 15:40 WIB
Sholat Tarawih yang Benar 8 atau 20 Rakaat?

AKURAT CO Perdebatan mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih, apakah delapan atau dua puluh rakaat, sering muncul setiap bulan Ramadan. Sebagian umat Islam meyakini bahwa Tarawih yang sesuai sunnah adalah delapan rakaat, sementara yang lain melaksanakan dua puluh rakaat sebagaimana praktik yang telah berlangsung lama di berbagai negeri Muslim. Lalu, manakah yang benar menurut Islam?

Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilakukan setelah sholat Isya pada malam-malam Ramadan. Ia termasuk bagian dari qiyam al-lail yang sangat dianjurkan. Dalam hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam beliau lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Sebelas rakaat ini dipahami oleh sebagian ulama sebagai delapan rakaat sholat malam ditambah tiga rakaat witir.

Hadis tersebut diriwayatkan dalam kitab Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, yang menjadi rujukan utama dalam studi hadis. Berdasarkan riwayat ini, sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat Tarawih yang paling mendekati praktik Nabi adalah delapan rakaat, kemudian ditutup dengan witir.

Baca Juga: Niat Sholat Tarawih Berjamaah Digabung dengan Niat Sholat Isya, Apakah Boleh?

Namun, di sisi lain, terdapat riwayat sejarah yang menunjukkan bahwa pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kaum Muslimin melaksanakan sholat Tarawih sebanyak dua puluh rakaat secara berjamaah di masjid. Praktik ini kemudian diteruskan oleh generasi sahabat dan tabi’in, serta menjadi tradisi di banyak negeri Islam, termasuk dalam mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali.

Para ulama menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena sholat Tarawih pada dasarnya adalah sholat malam yang tidak dibatasi jumlah rakaatnya secara tegas. Nabi SAW memang lebih sering melaksanakan sebelas rakaat, tetapi beliau juga tidak pernah melarang penambahan rakaat dalam sholat malam. Prinsipnya, semakin banyak rakaat dengan tetap menjaga kekhusyukan, maka semakin baik.

Sebagian ulama memandang bahwa delapan rakaat lebih sesuai dengan praktik langsung Nabi SAW. Sementara dua puluh rakaat dianggap sebagai bentuk ijtihad para sahabat dalam memperbanyak ibadah dan memudahkan bacaan yang lebih ringan di setiap rakaat.

Dalam kajian fikih, kedua praktik tersebut memiliki dasar yang kuat dan tidak dapat diklaim salah satu sebagai satu-satunya yang benar. Perbedaan ini termasuk dalam wilayah ijtihadiyyah, yaitu ranah yang terbuka untuk perbedaan pendapat selama memiliki landasan dalil.

Yang perlu ditekankan adalah bahwa kualitas sholat lebih utama daripada sekadar kuantitas rakaat. Delapan rakaat dengan bacaan panjang dan penuh kekhusyukan lebih baik daripada dua puluh rakaat yang tergesa-gesa, dan sebaliknya, dua puluh rakaat dengan tertib dan khusyuk juga merupakan ibadah yang sangat baik.

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan ini. Tidak selayaknya menjadikan jumlah rakaat sebagai sumber perpecahan. Selama dilakukan dengan niat yang benar, tata cara yang sesuai syariat, dan penuh keikhlasan, baik delapan maupun dua puluh rakaat sama-sama sah dan berpahala.

Baca Juga: Niat Sholat Tarawih Berjamaah dalam Bahasa Arab dan Artinya

QnA Seputar Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

  1. Apakah yang paling sesuai sunnah, 8 atau 20 rakaat?
    Sebagian ulama memilih delapan rakaat karena mendekati praktik Nabi SAW, sementara dua puluh rakaat didasarkan pada praktik para sahabat. Keduanya memiliki dasar yang kuat.

  2. Apakah sholat Tarawih 20 rakaat termasuk bid’ah?
    Tidak. Praktik dua puluh rakaat telah dilakukan sejak masa sahabat dan diterima oleh mayoritas ulama dalam mazhab-mazhab fikih.

  3. Bolehkah berpindah dari 8 ke 20 rakaat atau sebaliknya?
    Boleh. Karena Tarawih adalah sholat sunnah, seseorang dapat mengikuti praktik yang berlaku di masjid setempat atau sesuai keyakinan yang diyakininya.

  4. Mana yang lebih utama, sedikit rakaat tetapi lama atau banyak rakaat tetapi ringan?
    Yang lebih utama adalah yang paling menghadirkan kekhusyukan dan ketenangan hati.

  5. Apakah jumlah rakaat menentukan sah atau tidaknya Tarawih?
    Tidak. Selama dilaksanakan minimal dua rakaat dengan niat yang benar dan tata cara yang sesuai syariat, sholat Tarawih sah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi