Akurat

Meteor Jatuh di Cirebon, Ini Jawaban Tafsir Sains

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Oktober 2025, 06:40 WIB
Meteor Jatuh di Cirebon, Ini Jawaban Tafsir Sains

AKURAT.CO Fenomena bola api terang disertai dentuman keras yang terlihat di langit Cirebon pada Minggu malam membuat warga geger. Banyak yang menduga benda bercahaya itu adalah meteor yang jatuh ke bumi.

Namun di balik kehebohan tersebut, sains dan Al-Qur’an sama-sama memiliki cara pandang yang menarik terhadap fenomena langit ini.

Secara ilmiah, meteor merupakan benda langit kecil yang berasal dari serpihan asteroid atau komet yang melintas di tata surya. Ketika serpihan itu memasuki atmosfer bumi, kecepatannya bisa mencapai 11 hingga 72 kilometer per detik.

Gesekan yang ekstrem dengan lapisan udara menyebabkan meteor berpijar terang dan sering kali tampak seperti bola api yang meluncur cepat di langit.

Fenomena inilah yang sering disebut masyarakat sebagai “bintang jatuh”. Sebenarnya, sebagian besar meteor terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi. Hanya sebagian kecil yang berukuran besar mampu bertahan dan jatuh sebagai meteorit.

Baca Juga: Ini Kata BMKG Setempat soal Meteor Jatuh di Cirebon

Proses fisik ini terjadi karena energi kinetik yang sangat besar berubah menjadi panas akibat tekanan udara di lapisan atmosfer.

Dalam pandangan Al-Qur’an, peristiwa benda langit seperti meteor atau bintang jatuh telah disebutkan dalam beberapa ayat. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Mulk ayat 5:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar setan.”

Ayat ini menggambarkan bahwa bintang-bintang memiliki dua fungsi: sebagai hiasan langit dan sebagai simbol penjagaan terhadap kekacauan alam semesta.

Dalam tafsir sains modern, penjelasan ini dapat dikaitkan dengan mekanisme alam yang teratur dan sistemik — bahwa segala fenomena langit, termasuk meteor, merupakan bagian dari keseimbangan kosmik ciptaan Allah.

Meteor yang terlihat di Cirebon malam tadi menjadi pengingat betapa kompleks dan indahnya sistem langit. Di satu sisi, fenomena itu dapat dijelaskan melalui hukum fisika dan astronomi; di sisi lain, ia mengandung pesan spiritual tentang kebesaran Sang Pencipta yang mengatur pergerakan semesta dengan ketelitian yang sempurna.

Sejalan dengan itu, Surah Ar-Rahman ayat 7-8 menegaskan:

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

Artinya: “Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia letakkan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.”

Dari sisi tafsir sains, ayat ini menyinggung prinsip keseimbangan alam semesta (cosmic balance), di mana setiap benda langit, termasuk meteor, bergerak sesuai dengan hukum gravitasi dan termodinamika yang Allah tetapkan.

Baca Juga: Mengapa 17 Ramadhan Disebut Malam Nuzulul Quran? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Ketika benda langit seperti meteor masuk ke atmosfer bumi, peristiwa itu bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari hukum sebab-akibat alamiah yang tetap berada dalam kendali ilahi.

Fenomena meteor di Cirebon pun bisa dimaknai sebagai momentum refleksi. Bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan bumi, langit senantiasa menampilkan keajaiban yang mengingatkan manusia pada keterbatasan dirinya.

Di antara dentuman yang terdengar dan cahaya yang menyilaukan itu, sains menjelaskan mekanismenya, sementara Al-Qur’an mengajarkan maknanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.