AKURAT.CO Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain dikenal dengan puasa Tasu’a dan Asyura, bulan ini juga menjadi momen yang tepat untuk melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan rutin yang dikerjakan setiap pertengahan bulan Hijriah, termasuk pada bulan Muharram 1447 H ini.
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Dalam bulan Muharram 1447 H, ketiga tanggal tersebut jatuh pada pertengahan bulan pertama dalam kalender Islam.
Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa ini.
Dalam hadits riwayat Tirmidzi, beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar, jika engkau hendak berpuasa dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”
Puasa ini memiliki banyak keutamaan. Salah satu di antaranya adalah mendapatkan pahala yang nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun.
Hal ini merujuk pada perhitungan pahala dalam Al-Qur’an, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Satu hari puasa Ayyamul Bidh dihitung seperti berpuasa selama sepuluh hari.
Maka jika dikerjakan tiga hari dalam sebulan, nilainya sama dengan puasa tiga puluh hari atau satu bulan penuh.
Baca Juga: Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Juli 2025
Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh pada bulan Muharram 1447 H, berikut adalah bacaan niat yang dapat dilafalkan:
Dalam bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidh lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Niat ini sebaiknya dilafalkan dalam hati atau dengan lisan sebelum terbit fajar, sebagai bentuk ketegasan dalam hati bahwa ibadah yang dilakukan murni karena Allah SWT.
Puasa ini bersifat sunnah, sehingga pelaksanaannya membawa pahala bagi yang mengerjakannya, namun tidak berdosa jika ditinggalkan.
Baca Juga: Niat Puasa 11 Muharram Setelah Puasa Asyura
Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Muharram 1447 H bukan hanya menjadi bentuk ketaatan individual, tetapi juga sarana untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Selain meraih pahala, puasa ini juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan kedekatan spiritual seorang hamba kepada Tuhannya.
Semoga momentum Muharram 1447 H ini menjadi awal yang baik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amalan sunnah, dan menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








