Akurat

Sejarah dan Lokasi Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji

Fajar Rizky Ramadhan | 20 Juni 2024, 07:08 WIB
Sejarah dan Lokasi Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji

AKURAT.CO Lempar jumrah adalah salah satu ritual penting dalam ibadah haji yang dilakukan oleh umat Muslim di Mina, dekat Mekah, Arab Saudi.

Praktik ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan dan merupakan bagian integral dari perjalanan spiritual haji.

Berikut ini adalah ulasan mengenai sejarah dan lokasi dari lempar jumrah.

Sejarah Lempar Jumrah

Sejarah lempar jumrah bermula dari kisah Nabi Ibrahim (Abraham) dan keluarganya. Menurut tradisi Islam, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya, Ismail, sebagai ujian ketaatan.

Saat perjalanan menuju tempat pengorbanan, setan berusaha menghalangi dan menggoda mereka agar tidak menaati perintah Allah.

Baca Juga: Tinjau Tenda Jemaah Haji di Mina, Timwas Haji Sebut Kondisinya Mirip Barak Pengungsian

Dalam upaya melawan godaan setan, Nabi Ibrahim, Ismail, dan Hajar (ibu Ismail) melempar batu ke arah setan di tiga lokasi berbeda. Kisah ini tercatat dalam berbagai riwayat dan menjadi dasar dari ritual lempar jumrah.

Lokasi Lempar Jumrah

Lempar jumrah dilakukan di Mina, yang terletak sekitar 5 kilometer di sebelah timur Mekah. Di Mina terdapat tiga pilar atau tugu yang disebut dengan Jumrah:

1. Jumrah Sughra: Juga dikenal sebagai Jumrah Pertama atau Jumrah Kecil.

2. Jumrah Wusta: Juga dikenal sebagai Jumrah Kedua atau Jumrah Tengah.

3. Jumrah Kubra: Juga dikenal sebagai Jumrah Aqabah atau Jumrah Besar.

Setiap pilar mewakili lokasi di mana setan mencoba menggoda Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Proses Lempar Jumrah

Proses lempar jumrah dilakukan selama beberapa hari dalam ritual haji, terutama pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Berikut tahapan-tahapan dalam lempar jumrah:

1. Hari ke-10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha):

Jamaah melempar tujuh batu kerikil ke Jumrah Aqabah (Jumrah Kubra).

2. Hari ke-11, 12, dan 13 Dzulhijjah:

Jamaah melempar tujuh batu kerikil ke masing-masing dari tiga pilar (Jumrah Sughra, Jumrah Wusta, dan Jumrah Kubra) setiap hari.

Jumlah total batu yang dilempar adalah 49 atau 70 batu, tergantung apakah jamaah menginap di Mina selama dua atau tiga hari tambahan setelah hari Idul Adha.

Baca Juga: Kapan Jemaah Haji Pulang ke Indonesia? Ini Jadwalnya Lengkap!

Signifikansi Lempar Jumrah

Lempar jumrah memiliki makna simbolis
yang mendalam bagi umat Muslim. Tindakan melempar batu melambangkan penolakan terhadap godaan dan kejahatan, serta komitmen untuk tetap berada di jalan yang benar dan taat kepada Allah. Ritual ini juga mengingatkan jamaah akan ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim, Ismail, dan Hajar.

Lempar jumrah adalah salah satu dari serangkaian ritual dalam ibadah haji yang memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam.

Berasal dari kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya, ritual ini dilakukan di Mina dan melibatkan pelemparan batu ke tiga pilar yang melambangkan tempat setan berusaha menggoda mereka.

Dengan memahami sejarah dan lokasi lempar jumrah, umat Muslim dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.