3 Pekerjaan Paling Mulia Serta Penuh Keutamaan dalam Islam

AKURAT.CO Bekerja merupakan kegiatan yang dapat dilakukan manusia sebagai upaya memperoleh penghasilan untuk menghidupi diri sendiri maupun keluarga. Disisi lain, diantara banyaknya pekerjaan yang baik, terdapat tiga bidang pekerjaan yang diutamakan serta paling mulia dalam Islam.
Dikutip dari NU Online, tiga pekerjaan yang dimuliakan Islam diantaranya sebagai berikut:
- Sektor Pertanian
قوله (أفضل المكاسب الزراعة) أي لأنها أقرب إلى التوكل ولأن الحاجة إليها أعم ولا يرزؤه أحد أي ينقصه إلا كان له صدقة وفي رواية لا يغرس مسلم غرسا ولا يزرع زرعا فيأكل منه إنسان ولا دابة ولا شيء إلا كان له صدقة
Artinya: “(Pekerjaan atau mata pencaharian paling utama adalah pertanian) karena pekerjaan ini lebih dekat pada tawakal dan karena urgensi pertanian lebih umum. Hadits nabi menyebutkan, ‘Tiada sesuatu yang menguranginya (tanaman) melainkan akan bernilai pahala bagi pemiliknya.’ Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Tiada seorang muslim beriman yang menanam pohon, lalu hasilnya dimakan manusia, binatang, atau makhluk apapun melainkan akan bernilai pahala bagi pemiliknya,’” (Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Ad-Dimyathi, Hasyiyah I'anatut Thalibin ala Halli Alfazhi Fathil Mu‘in, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz II, halaman 404).
Baca Juga: Inilah Bacaan Dzikir yang Bisa Diamalkan Saat Sakit
Pertanian dianggap sebagai pekerjaan yang memiliki kemuliaan tertinggi dalam Islam. Dalam hal ini, bertani dinilai dapat mendatangkan rasa tawakal, syukur, serta kepasrahan diri kepada penciptaNya karena kedekatan dengan alam ciptaan Allah SWT.
Selain itu, kebermanfaatan dari hasil pertanian yang dapat dirasakan orang banyak juga mampu mendatangkan pahala yang berlipat ganda bagi seorang petani. Pekerjaan pertama di muka bumi yang dilakukan Nabi Adam AS pun adalah bertani.
- Sektor Jasa
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ قَالَ وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Artinya: “Tiada makanan yang dikonsumsi oleh seseorang yang kebaikannya melebihi hasil usaha tangannya sendiri (sektor jasa). Sungguh nabi Allah Dawud as tidak makan kecuali dari hasil keringatnya sendiri,” (HR Bukhari dan imam hadits lainnya).
Dalam hal ini, sektor jasa menjadi pekerjaan mulia setelah bertani. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Kitab Fathul Mu'in sendiri menyebut sektor jasa dengan kerajinan tangan, artinya sektor jasa merupakan bentuk pekerjaan yang dihasilkan langsung dengan tangan sendiri.
- Sektor Perdagangan
أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Artinya:“Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, Hasan Lighoirihi).
Baca Juga: Hikmah Diwajibkannya Shalat Jumat Bagi Umat Islam
Sektor perdagangan menjadi pekerjaan ketiga dengan kemuliaan yang tinggi di dalamnya. Berdagang sendiri menjadi profesi yang dilakukan Rasulullah SAW serta para sahabat serta terbukti menjadi jalan usaha yang mampu memberikan penghasilan yang besar dan memperkaya seseorang.
Meski ketiga sektor tersebut menjadi pekerjaan yang dimuliakan dalam Islam, nyatanya setiap pekerjaan tetap memiliki keberkahannya tersendiri selama dilakukan secara halal serta sesuai dengan syariat Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









