Akurat Logo

Siloam Hospitals TB Simatupang Boyong Dua Penghargaan Neurologi Tingkat Nasional dan Internasional

Nuzulul Karamah | 29 Oktober 2026, 16:41 WIB
Siloam Hospitals TB Simatupang Boyong Dua Penghargaan Neurologi Tingkat Nasional dan Internasional
Siloam Hospitals TB Simatupang Boyong Dua Penghargaan Tertinggi Layanan Neurologi di Tingkat Nasional dan Internasional. Cr; Siloam Hospitals TB Simatupang

​AKURAT.CO Siloam Hospitals TB Simatupang kembali mengukuhkan posisinya sebagai fasilitas kesehatan unggulan dengan memboyong pengakuan prestisius di bidang layanan stroke dan saraf.

Rumah sakit ini resmi menjadi satu-satunya rumah sakit umum swasta di Jakarta yang meraih Diamond Excellence Award untuk Layanan Saraf dalam Pemeringkatan Rumah Sakit Tingkat Nasional 2026 dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Baca Juga: MRCCC Siloam Semanggi Perkuat Pendekatan Multidisiplin dalam Perawatan Kanker Payudara

​Tak hanya di kancah nasional, keunggulan Siloam Hospitals TB Simatupang juga diakui secara global melalui perolehan Diamond Status ANGELS Awards dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode Q3 2025–Q2 2026.

Capaian ini sekaligus menjadi penghargaan Diamond ke-12 yang berhasil dipertahankan sejak tahun 2022. Bertepatan dengan World Stroke Day, dua piala ini makin mempertegas predikat Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai Stroke Ready Hospital berstandar internasional.

​Pencapaian ini menjadi krusial mengingat stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar.

Data Kementerian Kesehatan RI (2024) mencatat stroke sebagai penyebab utama kecacatan (11,2%) dan kematian (18,5%) di Indonesia.

Secara global, beban kasus stroke terus meningkat pesat akibat kombinasi faktor risiko metabolik, lingkungan, dan perilaku.

​Spesialis Saraf Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dina Meliana, SpN, DAIFIDN, menegaskan kesiapan penuh tim medis dalam memberikan respons secepat mungkin bagi pasien stroke.

​“Kami telah mampu memulai trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit (door-to-needle time). Pada stroke iskemik, obat trombolitik membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak untuk mengurangi risiko kecacatan. Terapi diberikan setelah evaluasi dokter dan pencitraan otak menyingkirkan perdarahan serta memastikan kelayakan pasien. Trombolisis intravena umumnya diberikan sesegera mungkin dalam 4,5 jam sejak awal gejala atau terakhir diketahui normal. Pada pasien tertentu, terapi reperfusi dapat dipertimbangkan di luar rentang tersebut berdasarkan pencitraan dan penilaian dokter. Capaian door-to-needle time tercepat untuk trombolisis di Siloam Hospitals TB Simatupang adalah 13 menit,” terang dr. Dina Meliana, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Capai Lebih dari 32 Ribu Skrining Kanker Payudara, SELANGKAH by Siloam Hospitals Wujudkan Aksi Nyata

​Selain kecepatan penanganan medis, masyarakat juga diimbau untuk peka terhadap gejala awal stroke melalui panduan BE FAST: Balance (kehilangan keseimbangan), Eyes (gangguan penglihatan mendadak), Face (wajah tidak simetris), Arms (kelemahan lengan), Speech (bicara pelo), dan Time (segera cari bantuan medis).

​Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc, menekankan pentingnya memanfaatkan Golden Period agar pasien mendapatkan peluang pemulihan terbaik.

​“Pasien yang memperoleh penanganan dalam rentang Golden Period memiliki peluang pemulihan yang lebih baik. Oleh karena itu, edukasi untuk mengenali gejala stroke sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian akibat stroke. Sejalan dengan tema World Stroke Day yaitu ’ActFAST,' kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda mencari pertolongan medis ketika menemukan gejala stroke,” ujar dr. Dewi.

​Ia juga menambahkan bahwa sistem respons cepat sudah terintegrasi sejak sebelum pasien sampai di area rumah sakit.

​“Jika diketahui ada pasien yang didiagnosa stroke, tim segera mengaktifkan Code Fast, bahkan sebelum pasien tiba di rumah sakit. Semua persiapan dilakukan bersamaan antara tim emergency, dokter spesialis saraf, unit farmasi dan unit radiologi. Tidak semua rumah sakit memiliki sistem yang memungkinkan Code Fast berjalan dengan baik, sehingga penting untuk memilih rumah sakit yang merupakan Stroke Ready Hospital. Penting untuk diingat, Detect BE FAST, Act Fast with Code Fast,” tutup dr. Dewi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.