Akurat Logo

9 Langkah Mudah Membersihkan Bak Mandi, Bebas dari Jentik Nyamuk DBD

Redaksi Akurat | 7 Oktober 2026, 17:14 WIB
9 Langkah Mudah Membersihkan Bak Mandi, Bebas dari Jentik Nyamuk DBD
Bak Mandi

AKURAT.CO Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti, yang berkembang biak di air bersih dan tergenang. Tanpa disadari, bak mandi yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat ideal bagi nyamuk ini untuk bertelur dan berkembang biak.

Menjaga kebersihan bak mandi bukan sekadar urusan estetika, tapi langkah penting dalam melindungi keluarga dari ancaman DBD. Berikut 9 langkah mudah yang bisa kamu lakukan di rumah agar bak mandi tetap bersih dan bebas dari jentik nyamuk.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan Tipes Sejak Dini

1. Kuras Bak Mandi Secara Rutin (Minimal Seminggu Sekali)

Langkah paling penting dalam mencegah munculnya jentik nyamuk adalah menguras bak mandi secara teratur, minimal satu kali dalam seminggu. Nyamuk Aedes aegypti hanya membutuhkan waktu sekitar 7–10 hari untuk berkembang dari telur menjadi nyamuk dewasa. Dengan menguras air sebelum waktu itu, kamu sudah mencegah telur menetas dan nyamuk berkembang biak di rumahmu.

2. Sikat Dinding dan Dasar Bak Mandi

Setelah air dikosongkan, gosok seluruh permukaan bagian dalam bak menggunakan sikat berbulu kasar. Jangan lewatkan bagian sudut dan dasar bak, karena telur nyamuk biasanya menempel kuat di area tersebut dan tidak mudah hilang hanya dengan dikuras.

3. Gunakan Sabun atau Deterjen Saat Membersihkan

Campurkan sabun cair atau deterjen rumah tangga saat menyikat bak mandi. Kandungan surfaktan dalam sabun dapat membantu merontokkan telur dan jentik yang menempel serta membunuh yang masih hidup di permukaan air atau dinding bak.

4. Bilas hingga Bersih

Setelah selesai menyikat, bilas bak mandi dengan air bersih beberapa kali. Pastikan tidak ada sisa sabun atau kotoran yang tertinggal, karena residu sabun yang menumpuk bisa menyebabkan permukaan licin dan menjadi tempat baru bagi kotoran menempel.

5. Selalu Tutup Bak Mandi Setelah Digunakan

Upayakan untuk menutup bak mandi dengan rapat setiap kali selesai digunakan. Penutup sederhana seperti plastik tebal atau papan datar sudah cukup untuk mencegah nyamuk dewasa masuk dan bertelur di dalam air bersih.

6. Periksa dan Bersihkan Saluran Pembuangan

Pastikan saluran air dari dan ke bak mandi berfungsi dengan baik. Saluran yang tersumbat bisa menyebabkan air tergenang, dan genangan sekecil apa pun bisa menjadi tempat yang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Baca Juga: Waspada, Sudah Ada 621 Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue

7. Terapkan Gerakan 3M Plus

Sebagai langkah pencegahan tambahan, biasakan menerapkan Gerakan 3M Plus, yaitu:

§ Menguras tempat penampungan air secara rutin.

§ Menutup rapat wadah air.

§ Mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Sementara “Plus” mencakup langkah tambahan seperti menabur larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan lotion anti nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Gerakan ini terbukti efektif menekan angka kasus DBD jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga.

8. Gunakan Larvasida Bila Diperlukan

Jika Anda sulit menjaga rutinitas menguras bak setiap minggu, Anda dapat menambahkan larvasida seperti bubuk Abate sesuai takaran yang dianjurkan. Larvasida berfungsi untuk membunuh jentik tanpa membahayakan manusia bila

9. Jaga Kebersihan Lingkungan Sekitar Bak Mandi dan Rumah

Pastikan tidak ada genangan air di benda-benda lain di sekitar kamar mandi atau rumah Anda (seperti vas bunga, ban bekas, atau alas pot) yang juga bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Membersihkan bak mandi tidak membutuhkan waktu lama, tapi manfaatnya besar untuk mencegah penyakit demam berdarah.

Dengan menguras secara rutin, menutup bak, menjaga area sekitar tetap kering, serta menerapkan Gerakan 3M Plus, kamu sudah ikut berperan memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. 

Langkah-langkah sederhana ini, bila dilakukan secara konsisten, bisa menjadi benteng utama dalam menjaga kesehatan keluarga di musim hujan.

Nia Ayunia (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R