Akurat Logo

TBC pada Ibu Hamil Bisa Ganggu Pertumbuhan Janin, Kenali Risikonya

Redaksi Akurat | 26 Agustus 2026, 00:00 WIB
TBC pada Ibu Hamil Bisa Ganggu Pertumbuhan Janin, Kenali Risikonya
Ilustrasi ibu hamil.

AKURAT.CO Tuberkulosis (TBC) pada ibu hamil perlu mendapat perhatian serius. Gejalanya kerap menyerupai keluhan kehamilan sehingga diagnosis dapat terlambat, padahal infeksi Mycobacterium tuberculosis dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin.

Pada kehamilan, terjadi perubahan sistem imun yang dapat memengaruhi respons tubuh terhadap infeksi.

Jika TBC aktif menyerang paru-paru, kondisi ibu dapat memburuk dan mengganggu pemenuhan oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan janin melalui plasenta.

TBC aktif pada ibu hamil dapat ditandai dengan batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, kelelahan berat, dan sesak napas yang tidak kunjung membaik.

Kondisi tersebut perlu segera diperiksa, terutama jika gejala berlangsung lebih dari dua minggu.

Infeksi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin. Sejumlah komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Pertumbuhan janin terhambat (IUGR) akibat terganggunya pasokan oksigen dan nutrisi.

  • Berat badan lahir rendah, yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan setelah kelahiran.

  • Kelahiran prematur, terutama jika infeksi tidak terkendali dan kondisi ibu memburuk.

  • Penularan ke janin melalui plasenta, meski kasus ini tergolong jarang.

  • Kematian janin, terutama pada infeksi berat yang tidak mendapatkan pengobatan.

Meski demikian, penularan TBC dari ibu ke janin selama dalam kandungan bukan merupakan kejadian yang umum.

Bayi lebih sering berisiko tertular setelah lahir melalui paparan droplet dari ibu atau orang dewasa lain yang terinfeksi.

Baca Juga: Ahli Waris Bisa Menolak Warisan, Ini Dasar Hukum dan Prosedurnya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.