Tips dan Cara Memasang Keran Air yang Benar
AKURAT.CO Keran air merupakan bagian yang penting dalam sistem perpipaan air di rumah. Keran yang berfungsi dengan baik akan memastikan kamu mendapatkan pasokan air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Ribuan Keran Air Wudhu Disiapkan Saat Jokowi Datang ke Acara Ini
Jenis – jenis Keran
1. Keran Air
Kerain air merupakan alat yang digunakan untuk mengalirkan dan mengontrol debit air sewaktu mencuci tangan.
Keran air tersedia dalam berbagai macam jenis yang dapat dibedakan berdasarkan material, bentuk dan mekanisme bukaan katupnya, dengan fungsi dan karakteristik berbeda-beda.
2. Keran Wastafel
Keran wastafel merupakan jenis kran yang dipasang pada bagian atas wastafel dan digunakan untuk kegiatan sanitasi kecil seperti mencuci tangan, menggosok gigi, dan mencuci muka pada kamar mandi. Jenis kran ini memiliki bentuk yang kaku, sehingga arah airnya tidak dapat diubah.
Pastikan, Anda menggunakan kran paloma, agar mendapatkan kualitas yang terbaik dengan harga terjangkau.
Baca Juga: 5 Cara Bersihkan Kerak Keran Air, Dijamin Berkilau Lagi
Tips dan Cara Memasang Keran Air
Setelah mengetahui jenis-jenis keran, berikutnya akan membahas tentang tips dan cara memasang keran air.
Langkah-langkah Memasang Kran Air:
1. Matikan Sumber Air
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan yaitu matikan sumber air. Setelah itu ukur kedalaman drat dalam. Caranya ulir keran air yang hendak dipasang ke drat dalam tanpa dibalut seal tape.
Pastikan kran air dapat diulir dengan lancar untuk memastikan drat keran dan drat dalam menyatu dengan benar.
2. Persiapkan Peralatan
Setelah mematikan suplai air, langkah berikutnya adalah menyiapkan semua peralatan yang kamu perlukan.
Pastikan kamu memiliki kunci pipa, obeng, tape teflon, dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan sesuai dengan jenis keran dan pipa yang akan kamu pasang. Menyiapkan peralatan dengan baik akan membuat proses instalasi lebih efisien dan mengurangi risiko kesalahan.
3. Lepas Keran Lama
Gunakan kunci inggris atau tang untuk membuka mur pengunci yang terletak di bawah dudukan keran. Jika area sempit, kamu mungkin memerlukan kunci pas model pipa atau adjustable wrench yang ramping.
Setelah mur terlepas, cabut keran dari lubang wastafel dan lepaskan selang fleksibel dari sambungan pipa.
Bersihkan area sekeliling lubang dari kerak, karat, atau sisa seal lama untuk memastikan permukaan bersih dan rata sebelum memasang keran baru.
4. Bersihkan Pipa
Lalu bersihkan ujung pipa dari kotoran, sisa keran lama, atau karat menggunakan kain atau sikat.
5. Pasang Dempul Baru
Cara ini akan kamu lakukan ketika keran air yang kamu miliki tidak memiliki plat dudukan dan dudukan karet.
Dempul berfungsi sebagai penguat dan penahan agar keran air tidak mudah terlepas dari permukaan. Selain itu, mampu menghindarkan diri dari kebocoran.
6. Pasang Seal Tape (Tape Teflon)
Langkah selanjutnya adalah kamu lilitkan seal tape pada drat keran sebanyak 8–12 putaran searah jarum jam untuk mencegah kebocoran.
7. Pasang Keran
Putar keran ke dalam drat pipa searah jarum jam dengan tangan hingga terasa kencang.
8. Kencangkan dengan Alat
Gunakan kunci pipa atau tang jika perlu, namun jangan terlalu kencang agar drat tidak rusak/retak.
9. Nyalakan Pipa Air
Langkah yang terakhir, kamu bisa mencoba apakah keran air tersebut terpasang sempurna dengan menyalakan pipa yang ditutup sebelumnya.
Coba nyalakan pipa lalu keran air. Ketika keran menyala, pastikan tidak ada kebocoran di sana. Jika masih ada kebocoran, coba matikan keran air.
Tips agar pemasangan keran berhasil dengan sempurna, adalah menggunakan seal tape yang cukup, dan arah lilitan searah jarum jam agar tidak terlepas saat keran diputar. Selalu cek posisi dan dicoba terlebih dahulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









