Akurat

Kenali Atychiphobia, Sindrom Takut Gagal yang Bisa Mengganggu Aktivitas

Eko Krisyanto | 6 Februari 2026, 14:39 WIB
Kenali Atychiphobia, Sindrom Takut Gagal yang Bisa Mengganggu Aktivitas

AKURAT.CO Rasa takut gagal sering muncul ketika seseorang dihadapkan pada tantangan baru, seperti memulai karier, membuka usaha, atau mencoba peluang yang belum pernah dijalani.

Perasaan tersebut sebenarnya wajar karena manusia cenderung ingin menghindari risiko dan ketidakpastian. Namun, ketika ketakutan itu menjadi berlebihan hingga menghambat seseorang untuk berkembang, kondisi tersebut bisa berubah menjadi masalah psikologis yang dikenal sebagai sindrom takut gagal.

Fenomena ini tidak hanya dialami pelajar atau pekerja pemula, tetapi juga individu yang sudah memiliki pengalaman dan prestasi tinggi.

Tekanan sosial, tuntutan kesempurnaan, hingga pengalaman masa lalu sering menjadi faktor yang membuat seseorang terus dihantui ketakutan terhadap kegagalan.

Baca Juga: Tanggung Jawab Kegagalan SEA Games, Sumardji Mundur Sebagai Manajer Timnas Indonesia

Apa Itu Sindrom Takut Gagal?

Sindrom takut gagal merupakan kondisi psikologis ketika seseorang mengalami kecemasan berlebihan terhadap kemungkinan mengalami kegagalan.

Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai atychiphobia, yaitu ketakutan yang membuat seseorang menghindari tantangan karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan.

Ketakutan ini bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga hubungan sosial.

Pada tahap tertentu, sindrom takut gagal dapat menurunkan kepercayaan diri, menghambat pengambilan keputusan, dan membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Mengapa Sindrom Takut Gagal Bisa Terjadi?

Sindrom takut gagal tidak muncul secara tiba-tiba. Ada berbagai faktor yang dapat memicu kondisi ini, baik dari pengalaman pribadi maupun lingkungan sekitar.

Salah satu penyebab utama adalah tekanan untuk selalu tampil sempurna. Individu dengan kecenderungan perfeksionis biasanya memiliki standar tinggi terhadap diri sendiri. Ketika merasa tidak mampu memenuhi standar tersebut, mereka cenderung menghindari risiko kegagalan.

Selain itu, pengalaman kegagalan di masa lalu juga dapat membentuk trauma psikologis. Seseorang yang pernah mengalami kegagalan besar sering kali merasa takut mengulangi pengalaman serupa.

Faktor lingkungan juga berperan besar. Tekanan dari keluarga, tempat kerja, atau lingkungan sosial yang menuntut kesuksesan dapat membuat seseorang merasa takut mengecewakan orang lain.

Bahkan, perbandingan sosial, terutama melalui media sosial, bisa memperkuat perasaan tidak percaya diri dan meningkatkan kecemasan terhadap kegagalan.

Baca Juga: Mulai Bisnis tapi Takut Gagal? Jangan Galau, Simak Tipsnya!

Siapa yang Rentan Mengalami Sindrom Takut Gagal?

Sindrom takut gagal dapat dialami siapa saja, tetapi beberapa kelompok lebih rentan mengalaminya.

Individu dengan sifat perfeksionis, pekerja dengan tekanan target tinggi, mahasiswa yang menghadapi tuntutan akademik, hingga wirausahawan yang berhadapan dengan risiko bisnis sering mengalami kondisi ini.

Orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah juga lebih mudah mengalami ketakutan terhadap kegagalan karena cenderung meragukan kemampuan diri sendiri.

Bagaimana Gejala Sindrom Takut Gagal?

Sindrom takut gagal dapat terlihat melalui gejala emosional, fisik, dan perilaku. Secara emosional, seseorang biasanya merasa cemas berlebihan, takut mengambil keputusan, hingga merasa putus asa sebelum mencoba.

Dari sisi fisik, gejala yang muncul bisa berupa jantung berdebar, sulit tidur, mudah lelah, hingga gangguan konsentrasi. Sementara itu, secara perilaku, individu yang mengalami sindrom ini cenderung menunda pekerjaan, menghindari tantangan baru, atau menyerah sebelum mencoba.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, hingga kesehatan mental seseorang.

Bagaimana Cara Menghadapi Rasa Takut Gagal?

Menghadapi sindrom takut gagal membutuhkan proses yang tidak instan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola ketakutan tersebut secara bertahap.

1. Mengubah Cara Pandang terhadap Kegagalan

Langkah pertama yang penting adalah memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Banyak keberhasilan besar justru lahir dari pengalaman gagal yang dijadikan pelajaran.

Dengan mengubah cara pandang, seseorang dapat melihat kegagalan sebagai pengalaman berharga, bukan sebagai ancaman.

2. Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Sering kali rasa takut gagal muncul karena seseorang terlalu berfokus pada hasil akhir. Padahal, proses belajar dan pengalaman yang didapat selama perjalanan memiliki nilai yang tidak kalah penting. Fokus pada langkah kecil yang dapat dikendalikan dapat membantu mengurangi tekanan mental.

3. Membuat Target yang Realistis

Menetapkan tujuan yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kemampuan dapat meningkatkan risiko stres dan kecemasan. Membagi tujuan besar menjadi target kecil yang lebih realistis dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri secara bertahap.

4. Melatih Pengelolaan Emosi

Teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga, atau latihan pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran. Aktivitas tersebut juga terbukti membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan ketahanan mental.

5. Berani Mencoba Hal Baru Secara Bertahap

Menghadapi ketakutan dapat dilakukan dengan mencoba hal baru dalam skala kecil terlebih dahulu. Pendekatan ini membantu seseorang membangun keberanian tanpa merasa terbebani.

6. Mencari Dukungan Sosial

Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau mentor dapat membantu seseorang mendapatkan perspektif baru. Dukungan emosional dari lingkungan sekitar juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Rasa Takut Gagal Terlalu Berlebihan?

Jika rasa takut gagal mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas, atau kesehatan mental, mencari bantuan profesional bisa menjadi langkah yang tepat. Konseling psikologis dapat membantu individu memahami akar masalah serta menemukan strategi yang sesuai untuk mengatasinya.

Pendampingan profesional juga membantu seseorang mengembangkan pola pikir yang lebih sehat dalam menghadapi tekanan dan tantangan hidup.

Mengapa Penting Mengatasi Sindrom Takut Gagal?

Mengatasi sindrom takut gagal bukan hanya tentang meningkatkan keberanian, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup.

Ketika seseorang mampu mengelola ketakutan, mereka memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, mengambil keputusan penting, dan mencapai tujuan hidup.

Sindrom takut gagal merupakan kondisi psikologis yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari karier hingga hubungan sosial.

Ketakutan tersebut biasanya dipicu oleh tekanan lingkungan, pengalaman masa lalu, dan pola pikir perfeksionis. Sebaliknya, membiarkan rasa takut gagal terus berlarut dapat membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan dan potensi diri.

Mutiara MY (Magang)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R