Akurat

Pascabencana, 75 Kadet Kedokteran Militer Unhan Turun Layani Warga Aceh dan Sumatera

Sri Agustina | 18 Desember 2025, 23:49 WIB
Pascabencana, 75 Kadet Kedokteran Militer Unhan Turun Layani Warga Aceh dan Sumatera

AKURAT.CO, Universitas Pertahanan (Unhan) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam misi kemanusiaan.

Sebanyak 75 kadet Fakultas Kedokteran Militer (FKM) Unhan Cohort 1 diterjunkan untuk memperkuat layanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Para dokter muda tersebut ditugaskan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan sekaligus bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat pascabencana.

Baca Juga: Nasabah di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera Dapat Perlakuan Khusus

Dekan Fakultas Kedokteran Militer Unhan, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dr. Dr. dr. AJ. Didy, Sp.KFR(K), menjelaskan bahwa para kadet yang dikerahkan telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan klinik dan hanya tinggal mengikuti ujian akhir.

“Sebanyak 75 koas ini sebenarnya sudah selesai seluruh rangkaian pendidikan kliniknya, tinggal ujian. Mereka kami berangkatkan dengan pendampingan sekitar 10 pengasuh dan dua pembimbing di lapangan,” ujar Mayjen TNI AJ Didy kepada media dialeksis.com, Kamis (18/12/2025).

Dia menambahkan, dirinya juga bertugas sebagai bagian dari satuan tugas (satgas) kesehatan dalam misi tersebut.

Seluruh personel diberangkatkan pada 1 Desember 2025 menggunakan KRI dr. Rajiman Wedyodiningrat.

“Kami berangkat menggunakan KRI Rajiman dari Kolinlamil, Tanjung Priok, menuju Sibolga. Kapal ini memang difungsikan sebagai rumah sakit terapung dan sangat mendukung operasi kemanusiaan,” jelasnya.

Setibanya di Sibolga, Sumatera Utara, seluruh kadet langsung diterjunkan ke lapangan untuk memperkuat pelayanan kesehatan. Sebanyak 25 dokter muda ditempatkan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, tersebar di lima posko kesehatan, termasuk Rumah Sakit Bantuan Sibolga, GOR Pandan, Kodim 0211/Tapanuli Tengah, dan SMP Negeri 5 Sibolga.

“Para kadet langsung masuk ke pos-pos yang membutuhkan pengobatan. Fokus utama kami adalah pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian obat-obatan, dan skrining penyakit pascabencana seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan diare,” kata Didy.

Selain pelayanan medis, para kadet juga menjalankan kegiatan trauma healing untuk membantu pemulihan kondisi psikologis warga terdampak.

“Selain pengobatan, ini juga menjadi sarana healing, baik bagi masyarakat maupun bagi kadet sendiri sebagai bagian dari pembelajaran kemanusiaan,” ujarnya.

Peran para dokter muda tersebut juga mencakup bantuan kebutuhan dasar dan edukasi kesehatan masyarakat.

“Kalau masyarakat membutuhkan penjernih air bersih, kami bantu. Edukasi sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pencegahan penyakit juga kami lakukan,” katanya.

Usai menyelesaikan tugas di Sibolga, rombongan melanjutkan perjalanan ke Padang, Sumatera Barat, menggunakan KRI Rajiman. Di wilayah ini, 25 kadet ditempatkan di Plambayan, Kabupaten Agam.

“Kami masuk lagi ke pos di Agam. Namun karena kondisi di sana sudah tidak terlalu emergensi, maka selanjutnya seluruh personel kami konsolidasikan untuk penugasan berikutnya,” ungkap Didy.

Sementara itu, 25 dokter muda lainnya diberangkatkan ke sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Posko Bantuan Bencana Mobile Gunung Salak, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.

Untuk menjangkau daerah dengan akses terbatas, sebagian kadet harus menggunakan helikopter dari Medan.

“Dari Medan, sebagian personel diterbangkan menggunakan helikopter ke Aceh Tamiang. Ini untuk memastikan pelayanan kesehatan bisa menjangkau daerah yang akses daratnya terbatas,” jelasnya.

Di Aceh, para kadet memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan farmasi, distribusi obat-obatan, serta trauma healing bagi anak-anak, lansia, dan warga terdampak bencana.

Baca Juga: OJK Taksir Klaim Asuransi Akibat Banjir Sumatera Tembus Rp967 Miliar

Mayjen TNI AJ Didy menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini memiliki nilai strategis bagi pembentukan karakter dokter militer masa depan.

“Ini adalah bagian dari pembentukan dokter militer yang tangguh, empatik, dan siap diterjunkan kapan pun negara membutuhkan. Mereka belajar langsung di lapangan, di tengah kondisi darurat,” tegasnya.

Dia menambahkan, keterlibatan kadet FKM Unhan dalam operasi kemanusiaan merupakan wujud konkret kontribusi Universitas Pertahanan dalam mendukung tugas negara, khususnya di bidang kesehatan dan penanggulangan bencana.

“Ini adalah pengabdian, sekaligus latihan kesiapsiagaan nasional,” pungkas Mayjen TNI AJ Didy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R