Akurat

Apakah Rambut Rontok Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mengatasinya

Idham Nur Indrajaya | 16 Desember 2025, 19:29 WIB
Apakah Rambut Rontok Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mengatasinya
AKURAT.CO Apakah rambut rontok bisa tumbuh kembali? Rambut rontok sering kali membuat panik, apalagi saat helaian rambut terlihat menumpuk di kamar mandi atau sisir setiap hari. Banyak orang langsung khawatir akan mengalami kebotakan dini. Padahal, tidak semua rambut rontok menandakan masalah serius. Pertanyaannya, apakah rambut rontok bisa tumbuh kembali? Jawabannya bergantung pada penyebab kerontokan itu sendiri.

Artikel ini akan membahas secara menyeluruh tentang rambut rontok, mulai dari batas normal, penyebab rambut rontok berlebihan, hingga peluang rambut untuk tumbuh sehat dan kuat kembali.


Rambut Rontok: Normal atau Perlu Diwaspadai?

Setiap orang pasti mengalami rambut rontok. Dalam kondisi normal, rambut rontok sebanyak 50–100 helai per hari masih tergolong wajar. Jumlah ini tidak akan langsung membuat rambut menipis karena folikel rambut terus memproduksi rambut baru sebagai pengganti.

Sering kali rambut rontok terlihat lebih banyak saat keramas atau menyisir rambut. Namun kondisi ini bisa jadi hanyalah akumulasi rambut rontok selama beberapa hari, bukan berarti kerontokan terjadi sekaligus dalam satu waktu.

Menurut American Academy of Dermatology, manusia memiliki lebih dari 100.000 folikel rambut di kulit kepala. Kehilangan hingga 100 helai rambut per hari tidak akan memberi dampak signifikan pada penampilan, baik pada pria maupun wanita.

Rambut panjang juga cenderung membuat rambut rontok terlihat lebih “dramatis”, padahal jumlahnya belum tentu lebih banyak dibandingkan rambut pendek.


Faktor yang Memicu Rambut Rontok Normal

Rambut rontok ringan bisa dipengaruhi banyak hal sehari-hari. Beberapa faktor yang sering memicu rambut rontok normal antara lain kebiasaan styling berlebihan, penggunaan produk rambut yang terlalu keras, kurangnya asupan nutrisi, perubahan hormon, serta faktor usia.

Pada wanita, rambut rontok normal sering terasa lebih sering terjadi. Penggunaan alat catok, hair dryer, pewarna rambut, hingga kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dapat meningkatkan risiko kerontokan, meski sifatnya masih dalam batas wajar.


Ketika Rambut Rontok Terjadi Secara Berlebihan

Jika rambut rontok mencapai lebih dari 100 helai per hari dan berlangsung terus-menerus, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih. Dalam dunia medis, rambut rontok berlebihan sering disebut sebagai telogen effluvium.

Telogen effluvium terjadi ketika terlalu banyak rambut masuk ke fase istirahat (telogen) secara bersamaan, sehingga rambut rontok dalam jumlah besar. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti:

  • Penurunan berat badan secara drastis

  • Stres berat atau tekanan emosional berkepanjangan

  • Perubahan hormon, misalnya setelah melahirkan atau memasuki menopause

  • Demam tinggi atau baru sembuh dari penyakit serius

  • Baru menjalani operasi atau terapi tertentu, termasuk kemoterapi dan radioterapi

Kabar baiknya, telogen effluvium umumnya bersifat sementara. Jika pemicu utamanya sudah teratasi, rambut biasanya mulai tumbuh kembali dalam waktu 6–9 bulan.


Penyebab Medis Rambut Rontok yang Perlu Diwaspadai

Selain telogen effluvium, ada beberapa kondisi kesehatan yang juga dapat menyebabkan rambut rontok berlebihan dan berkelanjutan. Di antaranya adalah gangguan autoimun seperti lupus dan alopecia, gangguan kelenjar tiroid, defisiensi nutrisi penting, serta efek samping dari obat-obatan tertentu.

Pada kondisi tertentu, rambut rontok memang membutuhkan penanganan medis agar pertumbuhan rambut bisa kembali optimal.


Jadi, Apakah Rambut Rontok Bisa Tumbuh Lagi?

Secara umum, rambut rontok bisa tumbuh kembali, terutama jika penyebabnya bersifat sementara. Pada rambut rontok normal, rambut baru biasanya tumbuh dengan kecepatan rata-rata sekitar 15 cm per tahun.

Jika kerontokan dipicu oleh stres, perubahan hormon, atau kondisi kesehatan tertentu yang dapat pulih, rambut berpotensi tumbuh kembali seperti semula setelah tubuh kembali seimbang.

Namun, pada rambut rontok yang berkaitan dengan faktor genetik, usia, atau kondisi permanen tertentu, pertumbuhan rambut bisa menjadi lebih lambat atau tidak seoptimal sebelumnya. Meski demikian, beberapa kondisi seperti alopecia masih memiliki peluang rambut tumbuh kembali, meskipun siklusnya cenderung lebih lama.


Cara Menjaga Rambut Tetap Sehat dan Mengurangi Kerontokan

Untuk rambut rontok yang tidak disebabkan oleh penyakit serius, ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan agar rambut tetap kuat dan bervolume.

Menjaga asupan gizi seimbang menjadi kunci utama. Konsumsi makanan kaya protein, sayuran hijau, serta vitamin dan mineral penting dapat membantu mendukung pertumbuhan rambut. Beberapa orang juga memilih menambahkan suplemen multivitamin yang mengandung vitamin A, B, C, D, zat besi, zinc, dan selenium.

Selain itu, penting untuk lebih bijak dalam menata rambut. Hindari gaya rambut yang menarik rambut terlalu kuat di bagian akar, batasi penggunaan alat styling panas, serta pilih produk perawatan rambut yang sesuai dengan kondisi kulit kepala. Penggunaan sampo dan kondisioner dengan formulasi anti rontok juga bisa menjadi pilihan pendukung.


Kapan Harus ke Dokter?

Jika rambut rontok terasa sangat signifikan, mencapai 150–200 helai per hari, atau disertai gejala lain seperti penipisan rambut yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.


Kesimpulan

Rambut rontok adalah kondisi yang umum dan sering kali tidak berbahaya. Dalam banyak kasus, rambut rontok bisa tumbuh kembali, terutama jika penyebabnya bersifat sementara dan dapat diatasi. Kunci utamanya adalah mengenali apakah kerontokan masih dalam batas normal atau sudah tergolong berlebihan.

Dengan perawatan yang tepat, gaya hidup sehat, dan penanganan sesuai penyebabnya, peluang rambut untuk kembali tumbuh sehat tetap terbuka lebar.

Kalau kamu ingin terus mendapatkan informasi seputar kesehatan rambut dan gaya hidup sehat lainnya, pantau terus update artikel terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Meluruskan Rambut Secara Permanen Tanpa Catokan

Baca Juga: 3 Cara Atasi Rambut Lepek yang Efektif

FAQ

1. Apakah rambut rontok bisa tumbuh kembali secara alami?

Ya, rambut rontok umumnya bisa tumbuh kembali, terutama jika kerontokan masih dalam batas normal atau disebabkan oleh faktor sementara seperti stres, perubahan hormon, atau pola makan. Rambut baru biasanya akan tumbuh menggantikan rambut yang rontok setelah kondisi tubuh kembali seimbang.

2. Berapa jumlah rambut rontok yang masih tergolong normal setiap hari?

Rambut rontok normal berkisar antara 50–100 helai per hari. Jumlah ini masih wajar dan tidak akan menyebabkan kebotakan karena folikel rambut tetap aktif memproduksi rambut baru.

3. Kapan rambut rontok dianggap berlebihan dan perlu diwaspadai?

Rambut rontok perlu diwaspadai jika jumlahnya lebih dari 100 helai per hari, berlangsung terus-menerus, atau disertai penipisan rambut yang terlihat jelas. Kondisi ini bisa mengarah pada telogen effluvium atau gangguan kesehatan tertentu.

4. Apa itu telogen effluvium dan apakah bisa sembuh?

Telogen effluvium adalah kondisi rambut rontok berlebihan akibat gangguan pada siklus pertumbuhan rambut. Penyebabnya bisa berupa stres berat, penurunan berat badan drastis, pasca melahirkan, atau setelah sakit berat. Kondisi ini umumnya tidak permanen dan rambut dapat tumbuh kembali dalam waktu 6–9 bulan setelah pemicunya teratasi.

5. Apakah rambut rontok karena stres bisa tumbuh lagi?

Rambut rontok akibat stres memiliki peluang besar untuk tumbuh kembali. Saat tingkat stres menurun dan tubuh mulai pulih, siklus pertumbuhan rambut biasanya kembali normal secara bertahap.

6. Apakah rambut rontok karena faktor genetik bisa tumbuh kembali?

Rambut rontok akibat faktor genetik cenderung lebih sulit untuk tumbuh kembali seperti semula. Pertumbuhan rambut bisa melambat atau menipis seiring waktu, meskipun perawatan tertentu dapat membantu mempertahankan kesehatan rambut yang tersisa.

7. Berapa lama rambut rontok bisa tumbuh kembali?

Pada kondisi normal, rambut tumbuh sekitar 1–1,5 cm per bulan atau kurang lebih 15 cm per tahun. Pada rambut rontok akibat kondisi tertentu, waktu pertumbuhan kembali bisa bervariasi tergantung penyebab dan respons tubuh.

8. Apakah penggunaan sampo anti rontok efektif mengatasi rambut rontok?

Sampo anti rontok dapat membantu mengurangi kerontokan ringan dan menjaga kesehatan kulit kepala. Namun, sampo bukan solusi utama jika rambut rontok disebabkan oleh masalah hormon, stres berat, atau penyakit tertentu.

9. Nutrisi apa saja yang penting untuk membantu rambut tumbuh kembali?

Nutrisi penting untuk pertumbuhan rambut antara lain protein, vitamin A, B, C, D, zat besi, zinc, dan selenium. Asupan gizi seimbang sangat berperan dalam menjaga kekuatan akar dan siklus pertumbuhan rambut.

10. Kapan sebaiknya berkonsultasi ke dokter terkait rambut rontok?

Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit jika rambut rontok mencapai 150–200 helai per hari, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti penipisan rambut yang signifikan dan kebotakan di area tertentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.