Akurat

Mengapa Gigi Tetap Kuning Meski Rajin Disikat? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 1 Desember 2025, 22:07 WIB
Mengapa Gigi Tetap Kuning Meski Rajin Disikat? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Meski sudah menyikat gigi dua kali sehari, banyak orang tetap merasa warna giginya tidak seputih yang diharapkan. Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika warna kuning terlihat jelas di foto atau saat tersenyum.

Padahal, perubahan warna gigi bukan hanya soal kebiasaan menyikat, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor lain mulai dari struktur gigi, makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi kesehatan.

Lantas, apa sebenarnya penyebab gigi tetap kuning dan bagaimana cara mengatasinya?

Baca Juga: Cara Mengembalikan Gigi Putih Akibat Merokok dengan Aman dan Efektif

Memahami Struktur Gigi dan Faktor Warna Alami

Sebelum membahas penyebabnya, penting untuk memahami bahwa warna gigi sangat dipengaruhi lapisan enamel dan dentin.

Enamel adalah lapisan luar yang tampak putih namun transparan. Sementara itu, dentin yang berada di bawahnya memiliki warna kekuningan.

Saat enamel menipis karena usia, gesekan, atau gaya hidup, warna dentin akan semakin terlihat.

Inilah alasan mengapa beberapa orang tetap memiliki gigi kuning walaupun rutin menyikat gigi setiap hari.

Mengapa Gigi Bisa Menguning?

Perubahan warna gigi tidak hanya disebabkan oleh noda di permukaan, tetapi juga oleh faktor internal yang membuat warna gigi berubah dari dalam. Proses ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, kondisi biologis, hingga faktor keturunan.

Dalam banyak kasus, gigi menguning terjadi secara bertahap dan tidak langsung disadari sampai warnanya terlihat kontras. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Konsumsi Makanan dan Minuman Berpigmen

Minuman seperti kopi, teh, cokelat, dan anggur merah mengandung pigmen pekat yang mudah menempel pada enamel.

Jika dikonsumsi setiap hari, pigmen ini menumpuk dan menyebabkan perubahan warna yang sulit hilang hanya dengan menyikat gigi.

2. Kebiasaan Merokok

Nikotin dan tar pada rokok dapat meninggalkan noda cokelat kekuningan yang sangat kuat. Semakin sering seseorang merokok, semakin cepat gigi berubah warna dan terlihat kusam.

3. Kebersihan Mulut yang Kurang Optimal

Plak yang tidak dibersihkan dengan baik akan menumpuk dan menyebabkan warna gigi tampak lebih gelap.

Jika dibiarkan, plak dapat mengeras menjadi karang gigi yang hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi.

4. Faktor Usia

Penuaan membuat enamel semakin tipis dan rapuh. Ketika enamel terkikis, warna dentin yang lebih kuning akan terlihat lebih jelas. Karena itu, dewasa dan lansia cenderung memiliki warna gigi yang lebih gelap dibanding anak-anak.

5. Pengaruh Genetik

Tidak semua orang memiliki ketebalan enamel yang sama. Mereka yang secara genetik memiliki enamel tipis akan cenderung memiliki gigi lebih kuning sejak kecil, meski sudah rajin menjaga kebersihan.

6. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Obat seperti tetrasiklin dapat menimbulkan perubahan warna permanen jika dikonsumsi saat gigi masih berkembang. Hasilnya, gigi tampak kecokelatan hingga keabu-abuan.

7. Kondisi Mulut Kering

Produksi saliva yang sedikit membuat bakteri dan plak lebih mudah menumpuk. Mulut kering bisa terjadi akibat dehidrasi, stres, atau efek samping beberapa obat.

8. Riwayat Cedera pada Gigi

Gigi yang pernah mengalami benturan dan jaringan dalamnya mati akan mengalami perubahan warna. Gigi tersebut biasanya tampak lebih gelap dibanding gigi lain.

Baca Juga: Gigi Kuning? Hilangkan Dengan Bahan Alami Dapur Ini

Cara Aman Mengatasi dan Mencegah Gigi Kuning

  • Sikat dan Flossing Secara Konsisten. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Bersihkan seluruh permukaan gigi selama minimal dua menit dan floss setiap hari.
  • Batasi Minuman dan Makanan yang Menyebabkan Noda. Jika tetap ingin menikmati kopi atau teh, usahakan berkumur setelahnya atau gunakan sedotan agar tidak terlalu banyak menyentuh gigi depan.
  • Hentikan Kebiasaan Merokok. Mengurangi atau berhenti merokok dapat memperlambat perubahan warna dan meningkatkan kesehatan gusi.
  • Rutin Periksa dan Bersihkan Gigi ke Dokter. Pembersihan profesional membantu menghilangkan karang dan noda yang tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi biasa.
  • Pertimbangkan Perawatan Pemutihan. Untuk noda yang membandel, perawatan whitening profesional di klinik lebih efektif dan aman dibanding produk pemutih rumahan.
  • Jaga Asupan dan Kesehatan Mulut. Buah dan sayur renyah dapat membantu mengikis plak secara alami. Pastikan juga kebutuhan cairan terpenuhi agar produksi saliva tetap optimal.
  • Konsultasikan ke Dokter. Jika dugaan penyebabnya berasal dari obat atau kondisi medis, diskusikan opsi terbaik dengan dokter atau dokter gigi.

Jika perubahan warna gigi tidak membaik meski sudah memperbaiki kebiasaan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebab yang lebih spesifik dan memilih perawatan yang paling tepat.

Gigi yang sehat dan bersih akan menunjang kepercayaan diri dan kesehatan secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R