Akurat

Kenapa Sendawa Terus-Menerus? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Naufal Lanten | 25 November 2025, 00:28 WIB
Kenapa Sendawa Terus-Menerus? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

 

AKURAT.CO Kenapa bisa sendawa terus-menerus? Sendawa memang bagian dari proses alami tubuh, tetapi kondisi ini bisa berubah menjadi mengganggu ketika terjadi terlalu sering dan muncul hampir setiap saat. Banyak orang mengalaminya setelah makan, minum minuman bersoda, atau ketika stres, namun tidak sedikit pula yang tiba-tiba bersendawa berlebihan tanpa tahu alasannya. Fenomena ini sering membuat orang bertanya-tanya: apakah ini normal, tanda masuk angin, atau justru sinyal adanya gangguan pencernaan tertentu?

Sendawa pada dasarnya adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan gas yang menumpuk di saluran pencernaan bagian atas. Gas tersebut masuk saat seseorang makan terlalu cepat, berbicara ketika mengunyah, atau minum minuman berkarbonasi. Namun, jika frekuensinya meningkat drastis atau disertai keluhan lain, sendawa dapat menjadi tanda gangguan yang perlu diperhatikan lebih serius.

Artikel ini membahas penyebab sendawa terus-menerus, apa saja gejalanya, hingga bagaimana cara menanganinya agar tidak lagi mengganggu aktivitas harian.


Apa Itu Sendawa Berlebihan?

Secara umum, tubuh bisa mengeluarkan gas melalui sendawa hingga 30 kali sehari tanpa disadari. Ini terjadi saat otot sfingter di bagian bawah kerongkongan membuka diri untuk melepaskan udara dari lambung. Namun, kondisi dianggap berlebihan jika frekuensi sendawa meningkat jauh dari biasanya atau terjadi berulang setelah makan dan minum.

Sendawa berlebihan umumnya mulai terasa tidak wajar ketika muncul berkali-kali dalam satu waktu, sulit dikendalikan, atau sampai disertai keluhan lain seperti kembung, mual, dan rasa penuh di perut. Pada titik ini, penting untuk memahami faktor yang memicunya agar tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut.


Gejala Sendawa Terus-Menerus

Sendawa yang meningkat frekuensinya biasanya disertai beberapa tanda lain. Kondisi ini bisa terasa ringan, tetapi pada sebagian orang justru mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejalanya dapat berupa:

  • Sendawa lebih dari 30 kali dalam sehari

  • Sendawa berulang sebanyak 3–6 kali setiap selesai makan

  • Perut terasa kembung atau tidak nyaman

  • Mual hingga muntah

  • Kesulitan menelan

Jika keluhan tersebut muncul terus-menerus, terutama dalam durasi panjang, besar kemungkinan terdapat gangguan pada jalur pencernaan bagian atas.


Penyebab Sendawa Terus-Menerus

Sendawa yang berulang dapat disebabkan oleh faktor kebiasaan hingga penyakit tertentu. Berikut penjelasannya:

1. Terlalu Banyak Menelan Udara (Aerofagia)

Ini adalah penyebab paling umum. Udara bisa tertelan ketika seseorang makan terburu-buru, berbicara sambil makan, minum menggunakan sedotan, atau sering mengunyah permen karet. Ketika udara berlebih memenuhi lambung, tubuh otomatis mengeluarkannya melalui sendawa.

2. Konsumsi Minuman Berkarbonasi

Soda atau air berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida yang akan langsung menumpuk di lambung. Tidak heran jika sendawa muncul berulang tak lama setelah minuman ini dikonsumsi.

3. Gangguan Lambung Seperti GERD, Gastritis, atau Tukak Lambung

Penyakit refluks asam (GERD) adalah salah satu penyebab sendawa paling sering. Saat asam lambung naik ke kerongkongan, tubuh merespons dengan menelan lebih sering untuk meredakan sensasi tidak nyaman. Sayangnya, hal ini membuat udara ikut masuk dan memicu sendawa berulang. Kondisi seperti gastritis, tukak lambung, hingga gastroparesis juga dapat memunculkan gejala serupa.

4. Intoleransi Makanan

Tubuh bisa menghasilkan gas berlebih ketika tidak mampu mencerna bahan tertentu, misalnya laktosa, gluten, atau fruktosa. Bakteri usus akan memecah nutrisi yang tidak tercerna dan menghasilkan gas yang memicu sendawa.

5. Makanan Penghasil Gas

Beberapa jenis makanan terkenal sebagai pemicu gas, seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, kembang kol, dan bawang bombai. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan produksi gas di lambung sehingga sendawa terjadi lebih sering.

6. Kebiasaan Merokok atau Mengisap Permen

Baik merokok maupun mengisap permen dapat membuat udara masuk ke dalam mulut secara tidak sadar. Akibatnya, perut terasa penuh dan sendawa lebih sering terjadi.

Apakah Sendawa Berlebihan Tanda Masuk Angin?

Meski “masuk angin” tidak dikenal dalam dunia medis, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan gejala seperti kembung, sering kentut, atau sendawa. Dalam banyak kasus, gejala tersebut sebenarnya mengarah pada gangguan pencernaan ringan, bukan masuk angin dalam arti harfiah.


Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Sendawa biasanya tidak berbahaya. Namun, pemeriksaan medis perlu dilakukan jika sendawa muncul tiba-tiba dan disertai gejala seperti:

  • Nyeri dada

  • Sesak napas

  • Mual atau muntah berkepanjangan

  • Muntah darah

  • Perubahan pola BAB

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab jelas

Kondisi-kondisi tersebut dapat menandakan adanya gangguan serius pada saluran pencernaan.


Bagaimana Sendawa Bisa Dideteksi Secara Medis?

Saat berkonsultasi, dokter akan melakukan wawancara keluhan, pemeriksaan fisik, dan bila perlu pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi. Jika dicurigai terjadi gangguan pada kontraksi kerongkongan, dokter akan menyarankan pemeriksaan impedansi esofagus. Pemeriksaan ini dapat membedakan dua jenis gangguan:

  • Gangguan aerofagia, jika terbukti ada kebiasaan menelan udara

  • Gangguan sendawa berulang yang tidak spesifik, jika tidak terlihat adanya proses menelan udara

Diagnosis biasanya ditegakkan apabila gejala berlangsung minimal tiga bulan dan sudah muncul setidaknya enam bulan sebelum pemeriksaan.


Cara Mengatasi Sendawa Terus-Menerus

Penanganan sendawa berlebihan sangat bergantung pada akar masalahnya. Ada terapi tanpa obat dan terapi dengan obat. Berikut penjelasannya:

Terapi Non-Farmakologis

1. Speech Therapy
Terapi ini membantu mengendalikan kebiasaan menelan udara secara tidak sadar. Tekniknya mencakup kontrol napas, pengaturan cara menelan, dan edukasi tentang bagaimana udara masuk ke kerongkongan. Efektivitasnya cukup tinggi, mencapai 83 persen pada kasus supragastric belching.

2. Terapi Kognitif Perilaku
Terapi ini membantu pasien memahami pencetus sendawa dan mengubah kebiasaan yang memicu gejala. Latihan pernapasan diafragma sering dianjurkan untuk mengurangi kebiasaan menelan udara.

3. Perubahan Gaya Hidup
Beberapa kebiasaan yang bisa membantu mengurangi sendawa antara lain makan lebih pelan, menghindari minuman bersoda, berhenti merokok, menjaga kebersihan gigi, serta tetap aktif bergerak.

Terapi Farmakologis

Jika sendawa berlebihan disebabkan oleh penyakit seperti GERD, dokter akan memberikan obat untuk menekan produksi asam lambung. Pada kasus supragastric belching, obat seperti baclofen dapat membantu meredakan gejala.


Cara Mencegah Sendawa Berlebihan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah sendawa terus-menerus:

  • Menghindari makanan dan minuman penghasil gas

  • Makan lebih pelan dan mengunyah makanan secara menyeluruh

  • Mengurangi konsumsi minuman berkarbonasi

  • Menghindari permen karet

  • Berhenti merokok

  • Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering

  • Menjaga postur tubuh saat makan

  • Mengelola stres dengan meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam

Langkah sederhana ini dapat membantu menurunkan frekuensi sendawa dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih optimal.


Penutup

Sendawa memang wajar, tetapi jika terjadi secara berlebihan, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pencernaan yang memerlukan perhatian. Banyak faktor yang dapat memicunya, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga penyakit seperti GERD dan intoleransi makanan. Mengubah pola hidup, melakukan terapi yang tepat, dan memahami pemicunya adalah langkah penting untuk mengatasinya.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan pencernaan dan update medis lainnya, terus pantau informasi terbaru hanya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Kenapa Mual Setiap Habis Makan? Inilah Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu Diwaspadai

Baca Juga: Cara Membersihkan Lidah yang Benar agar Mulut Tetap Sehat: Panduan Lengkap yang Mudah Diikuti

FAQ

1. Apa penyebab utama sendawa berlebihan?

Sendawa berlebihan biasanya terjadi karena terlalu banyak udara yang tertelan saat makan, minum, atau berbicara. Kondisi seperti GERD, gastritis, intoleransi makanan, hingga stres juga bisa memicu sendawa lebih sering daripada biasanya.

2. Kapan sendawa dianggap tidak normal?

Sendawa yang muncul lebih dari 30 kali sehari, disertai kembung, mual, nyeri perut, atau muncul terus-menerus setelah makan bisa dikategorikan tidak normal dan perlu dievaluasi lebih lanjut.

3. Apakah sendawa terus-menerus bisa menandakan penyakit?

Ya. Sendawa yang berulang dapat terkait dengan berbagai gangguan pencernaan seperti GERD, dispepsia fungsional, radang lambung, intoleransi laktosa, hingga infeksi bakteri Helicobacter pylori.

4. Apakah sendawa sering termasuk tanda masuk angin?

“Masuk angin” bukan istilah medis. Namun, keluhan yang diasosiasikan dengan masuk angin—seperti kembung, sering sendawa, atau mual—umumnya berkaitan dengan gangguan pencernaan dan penumpukan gas dalam lambung.

5. Bagaimana cara mengatasi sendawa yang tidak berhenti?

Cara paling efektif meliputi makan lebih perlahan, menghindari minuman bersoda, berhenti merokok, membatasi makanan pemicu gas, hingga mengobati gangguan pencernaan yang mendasarinya. Teknik pernapasan diafragma dan terapi perilaku juga dapat membantu.

6. Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Periksakan diri jika sendawa terus-menerus muncul disertai nyeri dada, muntah darah, kesulitan bernapas, penurunan berat badan tanpa sebab, diare kronis, atau keluhan menetap meski pemicu sudah dihindari.

7. Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk mengetahui penyebab sendawa berlebih?

Dokter dapat menyarankan wawancara medis, pemeriksaan fisik, endoskopi, serta tes impedansi esofagus untuk menilai apakah sendawa dipicu oleh kebiasaan menelan udara atau faktor lainnya.

8. Apakah sendawa bisa dicegah?

Bisa. Beberapa langkah pencegahan termasuk menghindari minuman berkarbonasi, makan perlahan, menjaga postur tubuh saat makan, menghindari permen karet, serta mengelola stres yang dapat memengaruhi pola menelan.

9. Apakah stres dapat menyebabkan sendawa lebih sering?

Ya. Stres dan kecemasan dapat memengaruhi pola pernapasan dan menelan, sehingga meningkatkan kemungkinan masuknya udara ke saluran pencernaan dan memicu sendawa berulang.

10. Apakah sendawa setelah minum soda termasuk normal?

Normal. Minuman bersoda mengandung karbon dioksida yang dapat menciptakan gas dan membuat tubuh mengeluarkannya melalui sendawa. Namun, jika frekuensinya sangat sering atau mengganggu, konsumsinya perlu dikurangi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.