Akurat

Ini yang Terjadi Saat Asam Lambung Naik

Eko Krisyanto | 7 November 2025, 16:34 WIB
Ini yang Terjadi Saat Asam Lambung Naik

AKURAT.CO Asam lambung atau gerd sering dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi saat cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa perih atau terbakar di dada.

Jika dibiarkan, gangguan ini bisa menyebabkan masalah serius pada pencernaan.

Baca Juga: Perbedaan Gerd dan Maag Kronis pada Lambung, Jangan Sampai Tertukar!

Proses yang Terjadi di Dalam Tubuh 

1. Ketup kerongkongan tidak bekerja dengan baik 

Asam lambung naik terjadi ketika sfingter esofagus bawah, yaitu katup di antara kerongkongan dan lambung, melemah atau gagal menutup sempurna. Normalnya, katup ini menutup setelah makanan masuk ke lambung untuk mencegah asam naik kembali. Saat fungsi ini terganggu, cairan asam dari lambung bisa naik ke kerongkongan.

2. Iritasi dan peradangan di kerongkongan 

Ketika asam lambung naik, dinding kerongkongan yang tidak memiliki lapisan pelindung seperti lambung akan mengalami iritasi. Akibatnya timbul rasa terbakar di dada atau heartburn, terutama setelah makan, saat berbaring, atau membungkuk. Gejala ini menjadi tanda umum bahwa asam lambung sudah mengiritasi jaringan di sekitar kerongkongan.

Baca Juga: Kenali Omeprazole, Obat Asam Lambung yang Harus Kamu Ketahui

Dampak pada Lambung dan Organ Sekitar 

1. Iritasi dan peradangan di kerongkongan 

Naiknya asam lambung dapat menyebabkan esofagitis, yaitu peradangan pada dinding kerongkongan. Kondisi ini menimbulkan rasa panas di dada, nyeri saat menelan, dan bisa memicu luka pada lapisan kerongkongan.

2. Risiko terjadinya esofagus barett 

Paparan asam lambung yang terus menerus bisa merusak jaringan kerongkongan dan berkembang menjadi esofagus barett, kondisi serius yang meningkatkan risiko kanker esofagus.

3. Gangguan pada sistem pernafasan 

Jika asam lambung naik hingga ke saluran pernapasan, bisa muncul gejala seperti batuk kronis, sesak napas, hingga memperparah asma atau pneumonia.

4. Penyempitan jalur makanan 

Peradangan yang terjadi berulang kali dapat menimbulkan striktur esofagus, yaitu penyempitan saluran kerongkongan. Akibatnya, penderita akan kesulitan menelan makanan dan minuman. 

Faktor yang Memicu Asam Lambung Naik

1. Kelebihan berat badan atau obesitas 

Tekanan berlebihan pada area perut akibat obesitas membuat asam lambung lebih mudah terdorong naik ke kerongkongan.

2. Pola makan tidak teratur 

Melewatkan makan, makan berlebihan, atau makan terlalu malam dapat memicu kerja lambung berlebih dan meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

3. Konsumsi makanan dan minuman pemicu 

Makanan berlemak, pedas, asam, gorengan, cepat saji, serta minuman  seperti kopi, alkohol, soda, cokelat, dan peppermint dapat memicu peningkatan asam lambung.

4. Berbaring setelah makan 

Langsung berbaring usai makan membuat posisi kerongkongan sejajar dengan lambung, sehingga asam lebih mudah mengalir naik.

5. Stres dan kurang tidur 

Kondisi stres dan kurang istirahat bisa meningkatkan produksi asam lambung serta membuat sistem pencernaan lebih sensitif.

6. Kebiasaan merokok 

Zat dalam rokok dapat melemahkan sfingter esofagus bawah (LES), yaitu otot penghalang antara lambung dan kerongkongan, serta menambah produksi asam lambung.

7. Kehamilan 

Tekanan janin dalam perut dan perubahan hormon selama kehamilan dapat melemahkan LES, sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan. 

Asam lambung naik bisa dipicu oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.

Dengan menjaga pola makan, mengelola stres, serta menerapkan gaya hidup sehat, risiko gangguan ini bisa dikurangi.

Langkah kecil untuk merawat pencernaan hari ini akan membantu menjaga kesehatan lambung di masa depan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R