AKURAT.CO Banyak orang mengira gerd dan maag kronis adalah kondisi yang sama, karena gejalanya mirip: perut perih, mual, dan tidak nyaman di ulu hati. Padahal, keduanya berbeda baik dari penyebab, gejala, maupun area yang terdampak. Kenali perbedaannya agar penanganannya bisa lebih tepat.
Baca Juga: Waspada! Kenali GERD dan Gejalanya
1. Apa itu Maag Kronis (Gastritis Kronis)?
Maag kronis terjadi karena peradangan di dinding lambung yang berlangsung lama.
Biasanya disebabkan oleh:
-
Infeksi bakteri H. pylori
-
Pola makan tidak teratur
-
Stres, alkohol, atau konsumsi obat pereda nyeri jangka panjang (NSAID)
Gejala khas:
Lokasi masalah: hanya di lambung.
2. Apa itu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)?
Gerd terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan karena katup lambung (LES) melemah dan tidak menutup dengan baik. Ini bukan hanya peradangan lambung, tapi gangguan aliran asam ke atas.
Gejala khas:
-
Sensasi terbakar di dada (heartburn)
-
Mulut terasa pahit/asam
-
Sering sendawa atau refluks (asam terasa naik)
-
Batuk, nyeri dada, kadang sakit tenggorokan atau suara serak
-
Gejala makin terasa saat berbaring atau setelah makan
Lokasi masalah: lambung dan kerongkongan (esofagus).
Baca Juga: Seperti Maia Estianty, Yuk Ketahui 6 Mitos Tentang GERD dan Faktanya
Tips agar tidak mudah kambuh (untuk keduanya)
-
Makan porsi kecil tapi sering
-
Hindari pedas, asam, berlemak, soda, dan kopi
-
Jangan langsung berbaring setelah makan (tunggu 2–3 jam)
-
Kelola stres dan cukup tidur
-
Jika sering kambuh, cek ke dokter untuk penanganan tepat
Kesimpulan
Meski berbeda, keduanya sama-sama butuh pola hidup teratur dan pengelolaan stres. Kalau gejala makin sering atau mengganggu aktivitas, jangan ditunda untuk konsultasi ke dokter ya.
Dinda NS (Magang)